Selasa 02 Maret 2021, 09:59 WIB

Walhi Kritisi Pemanfaatan Tata Ruang di Kalsel

Denny Susanto | Nusantara
Walhi Kritisi Pemanfaatan Tata Ruang di Kalsel

MI/Denny Susanto
Polda Kalsel menertibkan aktivitas tambang batubara ilegal yang merambah kawasan hutan di Kecamatan Serongga, Kotabaru.

 

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan mengkritisi kebijakan pemerintah daerah dalam pemanfaatan dan penataan ruang yang dinilai serampangan dan tidak sesuai Perda Tata Ruang nomor 9/2015. Walhi mencatat masih ada izin konsesi yang diberikan pada periode 2015-2020 di kawasan lindung dan kawasan budidaya.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono, Selasa (2/3) mengatakan berdasarkan hasil kajian pihaknya terhadap pola ruang perda nomor 9 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalsel  2015 – 2035 menemukan pemerintah menunjukkan belum serius untuk menjadikan RTRW sebagai alat pengendalian pemanfaatan ruang.

"Pemerintah belum serius. Ini ditunjukkan masih ada izin konsesi berada di kawasan lindung dan kawasan budidaya," tegasnya.

Dari hasil overlay izin konsesi mineral dan batubara pada pola ruang di Kalsel, selama periode 2015 hingga 2020 ini menunjukan ada sekitar 36.450 hektar di kawasan lindung dan seluas 233.220 hektar di kawasan budidaya dan adanya lahan terbuka pertambangan minerba di luar batas konsesi. Selain itu ada penerbitan izin untuk minerba oleh pemerintah pusat dan daerah yang tidak sesuai dengan pola ruang dalam perda nomor 9/2015.

Karena itu Walhi mendorong agar momentum revisi RTRWP Kalsel saat ini seharusnya mampu menjadi upaya tindakan corrective action dan melakukan penegakan hukum terhadap pemanfaatan lahan bagi industri ekstraktif di Kalsel yang tidak sesuai dengan pola ruang selama ini. 

"Penataan ruang seharusnya dapat menjadi salah satu upaya dalam pencegahan dan pengurangan terhadap dampak kerugian serta kerusakan terhadap bencana ekologis," ujarnya.

Banjir yang melanda Kalsel awal 2021 lalu dapat dimaknai sebagai tuntutan agar pemerintah lebih serius terhadap penataan ruang ke depan. Di samping itu, gugatan Walhi terhadap industri ekstraktif yang menang di tingkat MA memperkuat fakta bahwa tata ruang yang terjadi di Kalsel masih cenderung serampangan dilihat dari terbitnya konsesi izin sumber daya alam masih  bertentangan dengan keinginan rakyat untuk adanya produk tata ruang yang berkeadilan dan menjamin lingkungan hidup yang baik.

baca juga: Banjir Kalsel Surut Sisakan Sampah Belasan Ribu Ton

Ach Rozani, Manajer Tata Ruang dan GIS Eksekutif Nasional Walhi mengatakan Pemprov Kalsel yang saat ini sedang melakukan revisi RTRWP 2015-2035 harus memahami peran strategis dari penataan ruang dalam kerangka tujuan perbaikan kualitas sosial ekologis di Kalimantan Selatan di masa yang akan datang. 

Pada bagian lain, Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemprov Kalsel, Nursyamsi mengatakan revisi RTRW Kalsel tengah berjalan dan dalam waktu dekat akan disampaikan ke publik. (OL-3)
 

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kader PPP Miliki Kesempatan Sama Maju di Muswil Sumatra Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 16 Mei 2021, 23:15 WIB
"Saya sudah berbicara dengan Ketum (Suharso Monoarfa) agar Sumut menjadi contoh muswil yang aman dan lancar, tidak ada calon titipan...
MI/Widjajadi

Stok Plasma Konvalesen Kosong, PMI Surakarta Ajak Donatur Berdonor

👤Widjajadi 🕔Minggu 16 Mei 2021, 19:19 WIB
PMI Kota Solo menyerukan para pendonor plasma konvalesen (PK) bisa aktif kembali, seiring habisnya stok plasma konvalesen per 15 Mei 2021....
Dok. Humas Pemkab Gowa

Pemkab Gowa Perketat Akses Masuk ke Wisata Alam Malino

👤Lina Herlina 🕔Minggu 16 Mei 2021, 19:15 WIB
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, upaya memperketat wisatawan yang masuk ini dalam rangka menghindari munculnya klaster baru...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya