Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diminta lebih fokus mengawal program vaksinasi covid-19 agar pandemi yang sudah setahun berjalan ini segera berakhir. Berbagai
kekuatan dan sumber daya harus dikerahkan untuk suksesnya program
tersebut.
Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98,
Anto Kusumayuda, mengatakan, salah satu yang berperan penting dalam
vaksinasi ini adalah Bio Farma, badan usaha milik negara (BUMN) yang
menjadi garda terdepan. Perusahaan pelat merah yang berada di Bandung
ini sangat diharapkan memproduksi vaksin demi memenuhi kebutuhan dalam
negeri.
"Ini tugas dari BUMN Bio Farma, harus kerja keras di garda terdepan
dalam pengadaan vaksin," katanya, Minggu (7/8).
Oleh karena itu, Anto menilai Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir memikul tanggung jawab demi sukses dan lancarnya penyediaan penawar virus korona.
Dia pun mengingatkan agar Basyir fokus dan tidak terganggu agenda lain dalam mengemban amanah ini. "Jangan terganggu dengan agenda lain, harus fokus bekerja memimpin Bio Farma dalam penyediaan vaksin," katanya.
Anto juga meminta Basyir tidak disibukkan oleh rangkaian pemilihan Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Basyir dikabarkan maju menjadi salah satu kandidat.
"Kami meminta kepentingan nasional yang mendesak ini harus diutamakan.
Sebaiknya tidak terganggu dulu dengan urusan lain, lebih fokus
pengadaan vaksin," ujarnya.
Anto pun meminta Menteri BUMN Erick Thohir memerintahkan Direktur Utama
BUMN agar fokus dalam penyediaan vaksin. "Jangan terganggu dulu sama
urusan organisasi lain, karena akan mengganggu konsentrasi," katanya.
Sekjen PPJNA 98, Abdul Salam Nur Ahmad, mengatakan, keseriusan dalam
vaksinasi ini tidak bisa ditawar lagi mengingat anggaran yang sudah
dikeluarkan sudah sangat besar. Menurutnta, realisasi anggaran
penanggulangan covid-19 dan dampak ekonominya pada 2020 sebesar Rp579
triliun.
"Anggaran tahun ini sebesar Rp553 triliun, jumlah yang fantastis untuk
menjadi keseriusan para penanggung jawab penanggulangan pandemi covid-19 ini," katanya. (N-2)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved