Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU-satunya penyedia oksigen untuk kebutuhan rumah sakit di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, kewalahan melayani permintaan yang terus melonjak setiap hari. Sejak terjadi lonjakan pasien covid-19 di Kota Kupang pasca perayaan natal 2020 dan tahun baru 2021, permintaan oksigen melonjak sampai empat kali lipat setiap hari.
"Biasanya satu hari hanya 50-60 tabung oksigen, sekarang permintaan per hari mencapai 250 sampai 275 tabung per hari," kata Roby Lukito, pemilik CV Kawan Kita, yang merupakan satu-satunya penyedia oksigen di Kota Kupang, Kamis (28/1).
Dia menyebutkan lonjakan permintaan oksigen lantaran terjadi lonjakan kasus covid-19, tidak hanya pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi juga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.
Untuk melayani permintaan yang terus melonjak, menurut Roby, pihaknya menaikan produksi dari 50 tabung per hari menjadi 200 tabung per hari. Namun, itu belum cukup yang kemudian berdampak terhadap darurat oksigen di hampir seluruh rumah sakit. "Kami bagi misalnya satu rumah sakit cukup dapat tiga tabung, rumah sakit lain juga begitu. Tidak boleh menumpuk di salah satu rumah sakit," ujarnya.
Untuk memenuhi permintaan yang kemungkinan masih terus bertambah, menurut Roby, ia telah mengirim 600 tabung kosong dengan kontainer untuk diisi di Surabaya, Jawa Timur. Tabung yang berisi oksigen dijadwalkan tiba kembali ke Kupang pekan depan. "Kita juga sedang siapkan 300 tabung lagi untuk dikirim ke Surabaya," ujarnya.
Dia berharap dengan kiriman oksigen dari Surabaya ditambah kapasitas produksi 200 tabung oksigen per hari di Kota Kupang akan memenuhi permintaan rumah sakit pekan depan.
Ketua Ombudsman NTT Darius Beda Daton mengatakan Pemerintah Provinsi NTT telah meminta tambahan pasokan oksigen dari penyedia lainnya, namun baru bisa terealisasi pada Februari 2021. Namun, bakal timbul persoalan jika tiba-tiba terjadi lonjakan kasus baru dalam jumlah banyak pada Februari.
"Agar instalasi gawat darurat tidak ditutup, rumah sakit melakukan seleksi ketat dan mendahulukan mereka yang benar-benar membutuhkan oksigen," katanya. (PO/OL-10)
Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan tiga orang tersangka berinisial PBS, SH, dan JH.
Ketiga korban yang meninggal adalah ayah dan dua anak balitanya, sedangkan sang ibu masih dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan itensif di rumah sakit.
Ledakan di Pamulang, Tangerang Selatan, diduga berasal dari tabung gas. Puslabfor Polri menemukan bukti berupa tabung gas, kompor, dan selang regulator.
Kebocoran gas LPG yang diakibatkan kurang tepatnya memasang regulator hingga kebocoran selang gas bisa menjadi pemicu utama terjadinya ledakan dan kebakaran.
Tiga orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit akibat ledakan tabung gas di sebuah rumah di Jalan Tipar Cakung Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
Ledakan hebat terjadi di tempat yang diduga menjadi lokasi pengoplosan gas elpiji di kawasan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Sinergi seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam memastikan pengoperasian bandara internasional dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
MENJELANG Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengungkapkan telah melakukan berbagai cara untuk meredam harga utamanya komoditas pangan.
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Kelangkaan air di Kupang selama ini memaksa banyak keluarga harus menempuh jarak jauh, membeli air dengan harga tinggi, atau berhemat ekstrem dalam aktivitas sehari-hari.
Wakil Duta Besar Gita Kamath bertemu dengan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membahas kerja sama Australia dengan NTT.
MBG melalui Sentra Pemberdayaan dan Pelayanan Gizi (SPPG) Kota Raja di Kuanino, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus berjalan dengan standar ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved