Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Cirebon besok menggelar vaksinasi covid-19 secara serentak. Distribusi vaksin tahap pertama ini sudah dilakukan untuk 27 lokasi yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Farmasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Eva Susanti menjelaskan bahwa hari ini distribusi vaksin sudah dilakukan. "Kami distribusikan ke 27 titik," ungkap Eva, Kamis (28/1). Yakni ke 22 puskesmas dan 5 rumah sakit besar. Kelima rumah sakit tersebut masing-masing RSD Gunung Jati, RS Pelabuhan, RST Ciremai, RS Putra Bahagia dan RS Sumberkasih. Sedangkan lima rumah sakit lainnya di Kota Cirebon tidak melakukan vaksinasi covid-19 dan dilakukan oleh puskesmas setempat.
Proses distribusi vaksin ke 27 titik dilakukan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. "Teman-teman di lokasi juga sudah menyiapkan logistik yang diperlukan untuk pelaksanaan vaksinasi covid-19," ungkap Eva. Seperti termos es, pengukur suhu dan lainnya. Untuk pengiriman pertama, vaksin yang didistribusikan sebanyak 2.300 vial. Selang 14 hari kemudian distribusi tahap dua akan dilakukan.
Pengiriman vaksin terbanyak dilakukan di RSD Gunung Jati. Karena disana terbanyak tenaga kesehatannya. Lebih dari 500. Sedangkan untuk puskesmas terbanyak Puskesmas Pegambiran sebanyak 47 vaksin. Untuk 22 puskesmas di Kota Cirebon akan menerima vaksin sebanyak 702 sedangkan untuk nakes di rumah sakit sebanyak 1.598.
Direncanakan esok, Jumat (29/1) mulai dilakukan vaksinasi serentak di Kota Cirebon. Untuk vaksinasi pertama, dilakukan untuk tenaga kesehata (nakes) yang ada di Kota Cirebon.
Sementara, Kepala Dinkes Kota Cirebon, Edy Sugiarto, menjelang vaksinasi covid-19 meminta kepada masyarakat untuk tidak mempercayai berbagai isu yang tidak benar atau hoax terkait imunisasi vaksin covid-19. "Vaksin covid-19 ini untuk membuat herd immunity. Meski sudah divaksin tetap jangan mengendorkan protokol kesehatan," ujar Edy. (OL-13)
Baca Juga: Tenaga Medis Meninggal Dunia di Indonesia, Tertinggi di Asia
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
KPK bongkar modus Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman peras RSUD & Puskesmas demi THR Forkopimda. Simak kronologi OTT KPK di sini.
Glaukoma tercatat sebagai penyebab kebutaan kedua setelah katarak.
Puskesmas tidak lagi hanya melayani pemeriksaan ringan, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan rawat inap yang siap melayani warga 24 jam penuh.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved