Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR sebagian besar Puskesmas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah siap melaksanakan vaksinasi covid-19. Berbagai infrastruktur fasilitas sarana dan prasarananya sudah cukup lengkap.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi, mengaku Dinas Kesehatan sudah memetakan kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas untuk melaksanakan vaksinasi covid-19.
Bagi Puskesmas yang belum memiliki lemari pendingin, tenaga kesehatan yang akan divaksinasi bisa melaksanakannya di fasilitas kesehatan di tempat lain.
"Kami sudah mapping. Pada prinsipnya Puskesmas sudah siap. Adapun beberapa Puskesmas yang tidak mempunyai refrigerator ataupun chilling untuk vaksin, maka kami pusatkan di Puskesmas yang sudah mampu," kata Irvan, Rabu (27/1).
Artinya, tenaga kesehatan di Puskesmas yang tidak memiliki refrigerator ataupun chilling tidak bisa divaksinasi. Pada konteks tersebut, jelas Irfan, pemerintah mencari efektivitas dari vaksin tersebut. "Nanti nakes (tenaga kesehatan) ataupun non-nakesnya yang datang ke Puskesmas tertentu yang sudah lebih lengkap fasilitasnya," tutur Irvan.
Tahap awal, Kabupaten Cianjur mendapatkan kuota 10 ribu vaksin Sinovac. Vaksinasi diprioritaskan bagi tenaga kesehatan dan pendukung tenaga kesehatan.
Rabu (26/1) sudah mulai dilakukan vaksinasi kepada para tenaga kesehatan di rumah sakit dan Puskesmas. Selang 14 hari kemudian, mereka akan divaksinasi untuk kali kedua.
Cakupan vaksinasi ditargetkan bisa mencapai 70% dari jumlah penduduk dengan tujuan untuk mencari kekebalan kelompok (herd imunity). Secara individual, kata Irvan, bisa jadi belum memberikan efek imunitas, apalagi baru satu kali melakukan vaksin.
"Makanya, setelah dilakukan vaksinasi, itu 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun) harus tetap dilaksanakan. Jadi tidak serta merta setelah vaksinasi itu kita semua bebas," imbuhnya. (BK/OL-15)
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved