Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA berada di wilayah cincin api Pasifik (Pacific Ring of Fire) sehingga kerap mengalami bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Jawa Barat dengan kondisi geografis yang memiliki gunung berapi serta patahan atau sesar termasuk salah satu daerah yang rawan bencana alam, khususnya gempa bumi. Salah satu yang menjadi sorotan saat ini adalah Sesar Lembang, membentang sepanjang 29 kilometer di sebelah utara Kota Bandung.
Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, sesar ini bisa mengeluarkan kekuatan maksimum sebesar 6,8 magnitudo bila tiga segmen Sesar Lembang ini bergerak bersamaan.
Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandung Rasmid menjelaskan apabila Sesar Lembang melepaskan energi secara maksimal maka dampaknya akan sangat dirasakan masyarakat yang persis berada di garis Sesar Lembang.
"Maka dari itu, kalau bisa pembangunan yang belum terjadi sebaiknya menjauh dari garis itu. Jika sudah terlanjur, kalau bisa diedukasi, disarankan bisa mundur dan menjauh, tidak pas dari garis itu," ucap Rasmid di Kantor BMKG Bandung, Rabu (27/1).
Efek kerusakan bangunan akibat goncangan gempa Sesar Lembang akan lebih parah dialami warga Kota Bandung karena kawasan ini berada di cekungan bekas danau purba.
Baca juga: Sesar Lembang Masih Aktif, BMKG Monitor Sejak 1963
Berbeda dengan Lembang, ucap Rasmid, kawasan ini memiliki tipe batuan keras, maka ketika gelombang seismik melewati batuan tipe ini, getarannya akan cepat lewat atau hanya sebentar.
Tetapi ketika gelombang seismik bergetar di cekungan Bandung, getarannya akan dirasakan lebih lama ketimbang penduduk Lembang. Karena ketika menabrak dinding cekungan, gelombang akan dipantulkan berulang kali di cekungan itu sehingga bisa lebih lama dan menyebabkan amplitudo yang lebih besar.
"Yang lebih mengalami efeknya itu justru Kota Bandung karena berada di cekungan. Sehingga efek ke bangunan di cekungan Bandung juga akan lebih berdampak dibanding sumbernya di Lembang," bebernya.
Menurut dia, riset atau kajian dampak Sesar Lembang ini telah dilakukan oleh peneliti ITB serta lembaga dari Jepang. Maka untuk meminimalisir korban jiwa maupun kerugian materi, pihaknya bersama BNPB merencanakan akan menyusuri Sesar Lembang untuk memasang rambu-rambu edukasi di sepanjang sesar.
"Menurut riset ITB dan lembaga Jepang itu, jika sesar bergerak maka katanya getaran di cekungan Bandung lebih lama. Apabila sesar bergerak, justru Bandung yang lebih parah, riset mereka seperti itu," ungkapnya. (DG)
Gempa bumi magnitudo 2,2 mengguncang wilayah Kota Cimahi pada Jumat (21/11) sekitar pukul 09.25 WIB. Belum ada laporkan yang mengaitkannya dengan sesar lembang.
Warga Desa Cihideung kini didorong untuk lebih waspada lewat program sosialisasi mitigasi risiko kerusakan rumah.
Masyarakat diharap mengenali area aman di rumah, kantor dan tempat umum yang sering dikunjung.
Kesiapsiagaan itu dibutuhkan karena wilayah Kabupaten Bandung Barat menjadi kawasan paling rentan dan terdampak
“Penilaian kerentanan bangunan saat ini sudah mencapai 1.000 unit rumah, hingga kini upaya identifikasi tersebut masih terus berjalan."
SELAIN Sesar Lembang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, (Jabar) adanya sumber gempa lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved