Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
HARGA daging sapi lokal di sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal, Jawa Tengah, saat ini mencapai Rp120 ribu/kg yang biasanya Rp90 ribu. Melonjaknya harga daging sapi ini mengakibatkan omzet pedagang turun 70% karena masyarakat menahan komsumsi daging.
Meski saat ini di Jabodetabek para pedagang daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia sedang melakukan aksi mogok menyusul melonjaknya harga, namun kondisi berbeda di sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal.
Aktifitas pedagang daging sapi berjalan normal seperti biasa. Namun, para pedagang daging sapi tersebut sedang dilanda keresahan menyusul melonjaknya harga yang mencapai Rp120 ribu/kg.
Melonjaknya harga daging sapi yang mencapai Rp120 ribu/kg membuat omzet penjualan mereka menurun hingga mencapai 70 persen di tengah perekonomian yang belum pulih akibat pandemi Covid-19 membuat daya beli konsumen semakin menurun.
Salah seorang pedagang daging sapi di pasar pagi Kota Tegal, Wati, mengaku saat hanya melayani pembeli yang note bene adalah pemilik usaha rumah makan, warung soto dan pedagang bakso. Sedangkan pembeli dari konsumen biasa jumlahnya sedikit.
"Sebelum ada pandemi dan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam sehari bisa menjual 20 hingga 30 kilogram. "Tapi saat ini hanya bisa menjual 25 persennya saja," tutur Wati, Kamis (21/1).
Sepinya pembel membuat sejumlah pedagang daging sapi yang biasanya berjualan di dalam pasar meningglakan lapak dagangan meraka dan lebih memilih berjualan di luar Pasar Pagi Kota Tegal.
Para pedagang daging sapi lokal di pasar tradisional di Kota Tegal, berharap pemerintah bersama dinas terkait segera turun tangan. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar daging murah agar harga daging sapi kembali di paling kisaran Rp105 hingga 110 ribu/kg. (OL-13)
Baca Juga: Kementan Jamin Stok Daging Sapi dan Kerbau Terjaga Baik
Karnaval yang melibatkan instansi dan masyarakat ini menjadi wujud pelestarian batik serta ajang kreativitas kostum untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Walikota Tegal mengajak menjaga dan merawat warisan ini dengan kerja nyata, dengan semangat, dan dengan cinta kepada tanah air dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian Pekan Cuick Respone Indonesian Standard (QRIS) Nasional 2025 di Kota Tegal, Jawa Tengah resmi dimulai pada Jumat (15/8) pagi dengan kegiatan senam bersama di Alun-alun Kota Tegal.
Pekan QRIS Nasional 2025 di Tegal berlangsung selama tiga hari, 15–17 Agustus 2025, dengan agenda mendorong penggunaan pembayaran digital.
Dedy Yon menuturkan penampilan tari yang akan dibawakan oleh delegasi Kota Tegal tidak mengecewakan masyarakat nusantara.
Salah satu penerima hewan kurban tersebut adalah Pondok Pesantren Muassasah Hidayatul Muthabi-ien (MHM), yang berlokasi di Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Isu penyakit antraks yang beredar di tengah masyarakat ternyata mempengaruhi harga daging sapi di Palu, Sulawesi Tengah.
Antisipasi penyebaran antraks, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, tidak mengizinkan masuknya hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba dari wilayah Gunung Kidul DIY.
Empat komoditas dominan yang mempengaruhi kenaikan NTP di bulan Juni diantaranya adalah komoditas kopi, sapi potong, kakao atau cokelat serta komoditas cabai rawit.
Mentan mengatakan, sektor pertanian adalah sektor strategis yang menjanjikan keuntungan besar.
Selama ini sektor peternakan adalah sektor yang paling menjanjikan mengingat semua bagian hewan mulai dari kepala sampai kotoran mampu menghasilkan nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Stok sapi potong yang saat ini tersedia di satu perusahaan Bekasi mencapai 3.563 ekor dari total kandang yang mencapai 1.025 ekor serta sebanyak 2.538 berada di kandang Sukabumi.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved