Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JABATAN dua adik Sri Sultan HB Ka-10, GBPH Yudaningrat dan GBPH Prabukusumo, di Keraton Yogyakarta digantikan oleh dua putri Sri Sultan HB Ka-10.
GBPH Yudaningrat yang sebelumnya menjabat Penggedhe Kawedanan Hageng Punakawan Parwabudaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat digantikan oleh GKR Mangkubumi, putri pertama Sri Sultan.
Selain itu, GBPH Prabukusumo yang sebelumnya menjabat Pengedhe Kawedanan Hageng Punakawan Nityabudaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat diganti oleh GKR Bendara, putri kelima Sri Sultan. Ketetapan tersebut mulai berlaku pada 16 Bakdamulud Jimakir 1954 atau 2 Desember 2020.
GBPH Prabukusumo mempertanyakan penggantian jabatan tersebut. Pasalnya, dirinya dan GBPH Yudaningrat merasa tidak memiliki kesalahan. Dirinya selama ini hanya menolak Sabda Raja yang dikeluarkan Sri Sultan HB X pada 2015 silam yang dianggap tidak sesuai dengan tradisi Keraton Yogyakarya.
"Mengapa orang salah tidak mau mengakui kesalahannya. Malah memecat yang mempertahankan kebenaran, yaitu kesungguhan pikiran, niat dan hati yang mulia untuk mempertahankan adat istiadat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sejak HB I hingga HB IX," terang dia.
Wakil Penghageng Parentah Hageng Keraton Yogyakarta, KPH Yudhahadiningrat menjelaskan, jabatan dua adik Sri Sultan di Keraton Yogyakarta digantikan oleh dua putri Sri Sultan. "Nggak dicopot kok beliau tapi diganti," jelas dia.
Menurut dia, pergantian jabatan di Keraton Yogyakarta sudah biasa. Ia mengatakan, mengganti jabatan merupakan kewenangan Sri Sultan dan dirinya pun tidak tahu pasti alasannya.
"Itu keputusan Ngerso Dalem (Sri Sultan). Kami juga tidak diberitahu sama Ngerso Dalem (soal alasan penggantian pejabat tersebut)," jelas dia.
Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol UGM, Bayu Dardias menilai, secara prinsip, penggantian jabatan di Keraton Yogyakarta merupakan kewenangan Sri Sultan. "Itu 100 persen kewenangan Sultan untuk mengganti siapapun yang ada di dalam struktur Kasultanan (Yogyakarta)," terang dia, Rabu (20/1).
Ia menyatakan, putri-putri Sri Sultan sudah lama dipersiapkan untuk menjadi penghageng di Keraton Yogyakarta. "Sudah sejak lama putri-putri Sultan menjadi wakil dari Om-Omnya," ujarnya.
Ia juga mencatat, putri-putri Sri Sultan HB X sudah mengambil fungsi-fungsi jabatan om-omnya sekitar empat tahun terakhir. Di sisi lain, adik-adik Sri Sultan HB X juga sudah menduduki jabatannya sejak masa Sri Sultan HB IX. (OL-13)
Baca Juga: 15 Menit Puting Beliung Muncul di Waduk Gajah Mungkur
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menggelar pertemuan bersama para pemenang Wonderful Indonesia Awards 2025 di Gedhong Wilis
Dalam skema kolaborasi ini, Pemda DIY menanggung biaya hidup selama enam bulan, kemudian diperkuat oleh dukungan BAZNAS DIY serta dua yayasan mitra yaitu YPM & YPACC.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan perlunya transformasi Pramuka dengan tiga orientasi.
Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono, melepas ribuan peserta TNI Run 2025 yang digelar di kawasan Jalan Malioboro, DI Yogyakarta, Minggu (19/10).
KASUS keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, kata Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, perlu dievaluasi secara menyeluruh.
SPPG, kata Sri Sultan, bisa mencontoh pengalaman dapur umum kala terjadi bencana di Yogyakarta, seperti Gempa 2006 maupun erupsi Gunung Merapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved