Rabu 20 Januari 2021, 16:26 WIB

Unik, Pesisir Selatan Luncurkan Batik Motif Virus Korona

Mediaindonesia.com | Nusantara
Unik, Pesisir Selatan Luncurkan Batik Motif Virus Korona

DOK Pribadi
Batik motif virus korona.

 

PEMERINTAH Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dekranasda menggelar Launching Batik Tanah Liek dengan motif virus korona yang cantik dan memesona pada Selasa (19/1). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pesisir Selatan tersebut, dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Pessel Lisda Hendrajoni serta Forkopimda dan Kepala OPD.

"Kami mengapresiasi para perajin batik tanah liek yang hingga saat ini terus berkoordinasi dengan Dekranasda selaku pembina. Saat munculnya ide batik motif korona sebagai salah satu motif baru, kami langsung memberikan dukungan agar segera di-launching dan dipromosikan, karena kami menilai ini karya yang unik," ujar Lisda Hendrajoni dalam sambutannya.

Selain motifnya yang unik, menurut Lisda, terdapat cerita dan motivasi dalam karya seni batik motif korona tersebut yang timbul dari perajin batik Dewi Hapsari. "Meskipun berada di tengah pandemi covid-19, perajin tetap menyalurkan kreativitas. Ini menjadi motivasi bagi kita semua sekaligus akan memiliki nilai jual dalam promosinya ke depan," sambung Lisda.

Guna mendukung dan mewujudkan Pesisir Selatan menjadi sentra batik, Lisda mengaku juga tengah mempersiapkan pabrik pewarna batik yang rencananya dibangun di Kenagarian Lumpo Kecamatan IV Jurai. "Pesisir Selatan saat ini sudah mulai dikenal sebagai penghasil batik di Sumatra Barat. Batik lumpo dan batik tanah liek dengan berbagai motif seperti mandeh rubiah serta motif korona dan batik jembatan akar. Perajin membutuhkan kehadiran pabrik pewarna sebagai penunjang produksi," jelasnya.

Dewi Hapsari yang menciptakan ide batik korona mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Pesisir Selatan karena selama ini telah memberikan pembinaan dan dukungan terhadap UKM, khususnya sentra batik. "Di bawah binaan Bunda Lisda selaku Ketua Dekranasda Pesisir Selatan, kami selalu mendapatkan dukungan dalam berkreasi. Beliau selalu hadir dan memberi semangat kami, terutama saat pandemi covid-19 yang melumpuhkan ekonomi masyarakat, khususnya bagi UKM dan UMKM," ujarnya.

Bercerita tentang ide batik korona, Dewi menjelaskan bahwa muncul saat ia tengah terkonfirmasi positif covid-19 dan harus menjalani isolasi. "Karena hanya bisa berdiam diri di rumah, sebagai perajin kami dituntut agar terus berkreasi. Di tengah kondisi positif covid-19 dan takut dengan virus korona, saya terpikir bagaimana virus ini dapat menjadi menyenangkan dengan berdamai dengannya. Muncullah ide untuk membuat batik dengan motif seperti virus tersebut," terangnya.

Dewi juga mengaku awalnya membuat cetakan dari kertas yang dibuat mirip dengan virus korona yang ia lihat melalui media sosial ataupun televisi. "Bikin cetakan sendiri dulu dari kertas. Terus ditempelkan ke kain yang berwarna hitam. Untuk motifnya diberi warna yang menarik dan cerah sehingga tidak lagi menakutkan," ungkapnya.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang juga ikut memperagakan batik motif korona tersebut menyatakan siap memberikan dukungan kepada pengusaha dan perajin batik di kabupaten tersebut. "Pemerintah kabupaten akan siap mendukung sentra batik yang ada di Pesisir Selatan. Ini terbukti memiliki ekonomi yang cukup tinggi dan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan," tegas Bupati.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dekranasda Pesisir Selatan, setidaknya terdapat tiga kecamatan di Pesisir Selatan yang telah membuka peluang kerja bagi para pembatik. Data tersebut berlokasi di Kecamatan IV Jurai dengan 200 pembatik dan Kecamatan Lunang 70 orang serta di Kecamatan Bayang Utara. Selain launching batik bermotif korona dari Kecamatan Lunang, di hari kemarin juga diluncurkan batik jembatan akar dari Kecamatan Bayang Utara. (RO/OL-14)

Baca Juga

Medcom.id

Pandemi Tak Reda Jadi Bahasan Rakor Kepala Daerah se Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:39 WIB
Kasus covid-19 di Kalimantan Selatan yang belum reda menjadi pokok bahasan rakor kepala daerah se Kalsel yang dipimpin oleh Pj Gubernur...
MI/Solmi

Anggaran Mitigasi Karhutla Jambi Rp33 Miliar

👤Solmi 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:31 WIB
Pemerintah  Provinsi Jambi mendapat dukungan anggaran untuk mitigasi karhutla Rp33 miliar atau naik dari anggaran sebelumnya Rp8...
MI/Arnoldus Dhae

Di Bali, Warga Bandel Dikalungi Tulisan Pelanggar Prokes

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:11 WIB
Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 selain memberi sanksi administrasi juga memberi sanksi sosial bagi pelanggar protokol...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya