Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) mendorong pembentukan Tenda Ramah Perempuan dan Anak (TRPA) di lokasi terdampak gempa Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, untuk memenuhi hak penyintas perempuan dan anak di dua kabupaten tersebut.
"Kami berbagi pengalaman menyangkut pembentukan subklaster perempuan dan anak dalam situasi darurat bencana. Serta tenda ramah perempuan dan anak di lokasi pengungsian dalam darurat bencana dan setelah bencana, yang pernah kami lakukan di Palu, Sigi, dan Donggala," ucap Kepala DP3A Provinsi Sulteng Ihsan Basir, dihubungi dari Palu, Minggu (17/1).
Tim DP3A Provinsi Sulteng yang dipimpin langsung oleh Ihsan Basir saat ini berada di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Tim berangkat dari Kota Palu, Sulteng, pada Minggu (17/1) pagi. Tim DP3A Provinsi Sulteng terdiri atas Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sulteng, LSM pemerhati perempuan dan anak Yayasan Sikola Mombine dan Sahabat Pulau.
Di lokasi terdampak gempa di Kabupaten Mamuju, kata Ihsan, tim DP3A Sulteng bersama IBI, Yayasan Sikola Mombine dan Sahabat Pulau merangkul semua pemangku kepentingan di daerah itu, untuk berbagi pengalaman membentuk klaster ramah perempuan dan anak diikutkan dengan membentuk TRPA.
"Semua pemangku kepentingan, termasuk para aktivis perempuan dan anak, juga teman-teman dari kesehatan. Kami berkomunikasi dalam rangka melakukan aksi pemenuhan hak-hak perempuan dan anak di situasi darurat bencana melalui pembentukan klaster ramah perempuan dan anak dan pembentukan TRPA di lokasi pengungsian," kata Ihsan.
Menurut dia, keberadaan subklaster ramah perempuan dan anak dalam situasi darurat bencana alam seperti gempa, serta pembentukan TRPA di lokasi pengungsian sangat penting. Keberadaan subklaster ramah perempuan dan anak serta TRPA untuk mendorong penanggulangan bencana berbasis responsif gender. Sehingga hak-hak kaum rentan seperti perempuan dan anak dalam situasi darurat
bencana dan di lokasi pengungsian tetap terpenuhi.
Hal itu juga sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam situasi darurat bencana dan di lokasi pengungsian.
"Pada prinsipnya tenda ramah perempuan dan anak tersebut mengakomodasi kepentingan-kepentingan perempuan dan anak, termasuk trauma healing," ujar Ihsan.
TRPA pernah diterapkan di Kota Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala) dalam situasi darurat dan pascagempa 28 September 2018.
"Kami hanya sekadar berbagi terkait tenda ramah perempuan yang kami buat di Pasigala. Memang saat itu, Sulteng dibantu oleh UNFPA untuk kemudian melatih aktivis lokal dalam mengelola tenda ramah perempuan. Nah, metode yang sama juga akan kami bagikan ke kawan-kawan di Sulbar," kata Ihsan.
baca juga: BNPB Siapkan Dana Stimulan untuk Korban Gempa Mamuju dan Majene
Tim DP3A Sulteng, Yayasan Sikola Mombine, IBI Sulteng, dan Sahabat Pulau juga menyalurkan bantuan kepada warga penyintas gempa di Kabupaten Mamuju. (Ant/OL-3)
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved