Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH erupsi Gunung Lewotolok berlalu, masalah bagi warga belum selesai. Kelaparan mengancam warga Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Fakta itu diungkapkan Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur saat mengunjungi kampung-kampung warga yang sebelumnya terdampak erupsi. Warga sempat mengungsi, meninggalkan rumah, ladang, dan ternak mereka. “Pascapengungsian, warga akan segera menghadapi masalah gagal tanam. Ada ancaman kelaparan sehingga kita harus sudah bersiap untuk mengatasinya dari sekarang,” ujar Sunur, kemarin.
Persoalan tanam, lanjutnya, terjadi karena kebanyakan petani harus mengungsi, saat hujan sudah mulai turun. Padahal, seharusnya mereka menanam saat itu. “Selain itu, warga memang tidak boleh menanam dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Lewotolok,” tambahnya.
Untuk mengatasi ancaman kelaparan, Sunur mengaku pihaknya memiliki cadangan beras sebanyak 100 ton untuk membantu warga. “Kepala desa harus cepat melapor sehingga kami bisa cepat mendapatkan solusinya.”
Gunung Lewotolok meletus pada 30 November. Sebanyak sekitar 5.800 warga daai 28 desa harus mengungsi. Amuk gunung ini mereda pada awal Januari. Pengungsi pun bisa kembali ke rumah, mengurus ladang dan ternak mereka.
Sementara itu di Gunung Merapi, ancaman bahaya belum berlalu. Aktivitas vulkanis masih tinggi. “Pada Selasa (12/1), masih terjadi guguran lava pijar sebanyak 14 kali, setelah sehari sebelumnya fenomena yang sama terjadi 25 kali. Guguran dengan jarak luncur paling tinggi 600 meter itu masih mengarah ke hulu Kali Krasak,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Hanik Humaida.
Kawah Merapi juga masih mengeluarkan gempa guguran, gempa embusan, dan gempa vulkanis dangkal.
Di lokasi pengungsian di Kabupaten Sleman, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan pelayanan terhadap warga yang mengungsi di Glagaharjo tetap berjalan di tengah kebijakan pengetatan terbatas kegiatan masyarakat. “Kelompok rentan tetap dapat pelayanan optimal,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Biwara Yuswantana. (PT/AT/AU/Ant/N-3)
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved