Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Fasilitas Cuci Tangan Cegah Covid-19 di Kota Kupang tidak Terawat

Palce Amalo
03/1/2021 22:02
Fasilitas Cuci Tangan Cegah Covid-19 di Kota Kupang tidak Terawat
Tandon tempat cuci tangan di Pasar Ikan, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang tidak terawat, Minggu (3/1).(MI/PALCE AMALO)

HAMPIR seluruh fasilitas cuci tangan yang ditempatkan di ruang publik di  Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terawat.

Sesuai pantauan di Pasar Tradisional Oeba, Kelurahan Fatubesi dan Pasar Tradisional Kasih, Kelurahan Naikoten 1, tandon yang ditempatkan di dua pasar tersebut itu tidak tersedia air dan sabun. Kondisi wastafel kotor dan penuh sampah.

Baca juga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Tasikmalaya Terus Meningkat

"Awalnya saja ada sabun dan air, sekarang tidak ada yang isi air dan sediakan sabun," kata Marice, pedagang sayur di Pasar Naikoten 1, Minggu (3/1).

Marice mengatakan fasilitas tersebut kehabisan air sekitar Oktober 2020. Sejak itu tidak ada yang mengisi air dan menyediakan sabun. Kondisi yang juga terlihat di Pasar Ikan di Pelabuhan Pelelangan Ikan, Kelurahan Fatubesi. Di lokasi itu malah, wastafel tempat cuci tangan yang ditempatkan di bawah tandon, hilang dicuri orang.

"Kami tidak pernah mencuci tangan di tempat ini, tidak ada air dan sabun, wastafel hilang," kata Ama, pedagang ikan di lokasi itu.

Dia mengatakan sejak tandon ditempatkan di lokasi itu pada pertengahan 2020, warga selalu rajin mencuci tangan, namun begitu air dan sabun habis, fasilitas itu dibiarkan kosong sampai saat ini. "Kami tidak tahu siapa yang bertanggungjawab mengisi air dan menyediakan sabun," ujarnya.

Kondisi yang sama juga terlihat sisi Jalan Soeharto, Kelurahan Oepura  dan perempatan Jalan Frans Seda serta Jalan Mesakh Amalo. Di lokasi itu tersedia tandon namun tidak ada air dan sabun. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya