Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
JOIS Togilang, 41, pembunuh calon isterinya menyerahkan diri kepada Baltasar Beda, Penjabat Kepala Desa Banitobo, Kecamatan Lebatukan, pada Minggu (27/12/2020) sekitar pukul 07.00 Wita.
Pria asal Sulawesi Utara itu menghilang dari Desa Ile Kimok, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, usai membacok Maria Tere, 45 tahun, hingga tewas, serta melukai anak tirinya, Marsita Letek (Sita), 19 tahun, Sabtu (26/12/2020) petang kemarin.
JO mengaku lapar serta kelelahan setelah melarikan diri dari amuk massa satu malam suntuk. Ia akhirnya memilih menyerahkan diri daripada kelaparan di hutan.
Camat Lebatukan, Piter Ruing, Minggu (27/12/2020) menyatakan, dirinya di telepon oleh penjabat Kepala Desa Banitobo, Baltasar Beda yang adalah stafnya di Kecamatan Lebatukan, meminta bantuan kendaraan untuk mengantar pelaku dugaan penganiayaan berat yang melarikan diri dari Desa Ile Kimok Kecamatan Atadei, Sabtu (26/12) kemarin.
Dengan menggunakan Mobil Camat Lebatukan, pelaku tindak pidana penganiayaan berat itu di jemput aparat untuk kemudian di jebloskan ke Sel tahanan Mapolres Lembata, Minggu (27/12/2020).
Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten, mengatakan, sekitar pukul 09.30 Wita, pihaknya mendapat informasi bahwa tersangka datang menyerahkan diri ke Desa Banitobo. "Setelah itu kita segera perintahkan anggota untuk menjemput pelaku di Desa Banitobo. Sekarang sudah diamankan di Polres untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten. (OL-13)
Baca Juga: Suami Bacok Istri dan Anak Tiri
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved