Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Selama Pandemi, Nilai Investasi di Babel Rp1,7 Triliun

Rendy Ferdiansyah
27/12/2020 10:04
Selama Pandemi, Nilai Investasi di Babel Rp1,7 Triliun
Petani memperlihatkan biji lada putih di Pulau Lepar, Bangka Selatan, Babel.(ANTARA/Joko Sulistyo)

DI masa pandemi covid-19, nilai investasi yang masuk ke Provinsi Bangka Belitung (Babel), berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Babel mencapai Rp1,7 triliun.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Supianto mengatakan pandemi covid-19, hingga saat ini, tidak memengaruhi nilai investasi ke Babel.

"Alhamdulilah, nilai Investasi ke provinsi kita dari para investor belum terpengaruh pandemi covid-19," kata Supianto, belum lama ini.

Baca juga: Petani Hulu Sungai Selatan Protes Pengeboran Sumur Pertamina

Hal tersebut, menurutnya, dibuktikan dengan nilai investasi yang sudah masuk ke Babel yang mencapai Rp1,7 triliun.

"Dari target Rp1,9 triliun, hingga September, telah mencapai Rp1,7 triliun, realisasi mencapai 93%. Mudah-mudahan tinggal sedikit lagi Rp200 miliar, Desember target tercapai," ujarnya.

Ia merinci nilai investasi itu terdiri dari proyek penanaman modal dalam negeri Rp1,3 triliun. Derdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online dan proyek penanaman modal asing Rp566 miliar.

"Target itu yang ditetapkan awal tahun nilainya Rp1,9 triliun itu berdasarkan kesepakatan pemerintah daerah dan Badan Koordinasi Penanam Modal," ungkap dia.

"Sampai sejauh ini, pandemi, berdasarkan LKPM online, belum berpengaruh signifikan. Tetapi, kita akan melakukan monitoring nanti untuk 2020 dalam pelaksanaan di 2021 sifatnya berlanjut, terkait pelaksanaan penanaman modal yang dilakukan investor," ungkap dia.

Ia juga mengatakan untuk target, nilai investasi di Bangka Belitung akan meningkat tiap tahunnya seperti tahun depan akan naik menjadi Rp2,1 triliun.

"Untuk trenya akan meningkat tiap tahunnya. Target 2021 di angka Rp2,1 triliun. Kenaikan dilihat, misalnya, berdasarkan data saat ini. Terkait indentifikasi sektor kemungkinan tumbuh di 2021, seperti di sektor perikanan, kelautan, punya potensi cukup baik, sektor agro atau pertanian dari sisi sektor pariwisata juga akan tumbuh di 2021," terangnya.

Supianto menjelaskan sektor yang sebenarnya memiliki sumbangsih besar investasi di Bangka Belitung yakni ada pada pertanian, selain dari pariwisata dan sektor lainya.

"Jadi dari beberapa sektor memang kita sektor pariwisiata, kelautan perikanan dan ada juga sektor minerba, masih didominasi terhadap minat investor melakukan investasi di Babel," ucap dia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya