Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA perusahaan berjangka komoditi merapat ke Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur. Mereka ialah PT Bestprofit Futures Malang, PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia.
Mereka bersepakat menggulirkan pengembangan program Futures Trading Learning Center (FTLC). Program yang hadir sebagai pusat pembelajaran itu bertujuan untuk memasyarakatkan perdagangan berjangka komoditi bagi warga kampus.
Rektor Universitas Brawijaya Malang Nuhfil Hanani menyatakan tujuan pusat pembelajaran perdagangan berjangka untuk mengembangkan dan memberikan kontribusi pada perbaikan iklim investasi untuk pertumbuhan ekonomi.
"Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas lulusan UB sesuai kebutuhan pasar kerja. Kerja sama ini membuat mahasiswa bersertifikasi pialang, membuka kesempatan kuliah kerja profesi dan peningkatan kerja sama riset dan pendidikan di bidang keuangan," tegasnya.
Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan program FTLC memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi serta sarana investasi pengetahuan bagi mahasiswa.
"Ini merupakan institusi pendidikan kedua setelah sebelumnya kerja sama serupa dilakukan dengan STIE Malangkucecwara," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi menjelaskan literasi masyarakat kian meningkat sejalan dengan berkembangnya industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia.
Pemimpin Cabang PT BPF Malang Andri menargetkan program FTLC di dua kampus akan menjadi agenda tetap pada 2021. Tujuannya agar generasi muda lebih akrab dengan investasi perdagangan berjangka komoditi.
"Kita berharap minat terhadap karier sebagai wakil pialang atau pun menjadi calon nasabah ke depan semakin tinggi dan besar," tuturnya. (N-3)
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Deretan startup atau perusahaan rintisan yang didirikan dan dikembangkan oleh para perempuan Indonesia diharapkan mampu memadukan inovasi dengan manfaat bagi masyarakat.
Founding partner Intudo Ventures, Patrick Yip menjelaskan tahun lalu memang penuh tantangan, karena merupakan periode koreksi bagi industri.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) melalui anak usahanya, BNI Venture, memperkenalkan 10 startup peserta pitching demo day dari program akselerator Axel Arc di acara Tech in Asia Conference 2024.
Pendanaan katalis berperan penting dalam membantu perusahaan rintisan yang berada pada tahap awal dalam berinovasi.
Dalam dunia e-commerce yang semakin kompetitif, keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh produk yang ditawarkan, tetapi juga oleh kualitas tim yang mengelolanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved