Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai mengembangkan inovasi teknologi dengan melahirkan Warning Recevier System New Generation (WRS-NG) sejak 2019. Inovasi ini memberikan informasi gempa bumi pada menit kedua setelah terjadinya gempa bumi, dan peringatan dini tsunami mulai menit ketiga sampai menit keempat setelah gempa bumi terekam seperti halnya di Jepang. Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita dalam keterangan tertulis, Senin (7/12).
Sejak 2008 hingga 2018, peringatan dini tsunami di Indonesia yang disebarkan oleh BMKG melalui BNPB dan BPBD baru mencapai pada menit ke lima setelah guncangan gempa terekam seismograf.
Dwikorita menyebutkan bahwa Jepang sudah mampu memberikan peringatan dini tsunami pada menit ketiga setelah gempa bumi terekam seismograf. Peringatan dini tersebut secara otomatis seketika dapat disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi, baik melalui SMS blasting, media sosial @infoBMKG, telegram, Aplikasi Mobile Phone Info BMKG, Youtube, televisi, dan website.
Dwikorita menjelaskan juga belajar dari pengalaman kejadian tsunami yang tidak lazim (inconventional tsunami), seperti yang terjadi di Palu pada 2018, waktu datangnya tsunami pada menit ke 2 dan ke 3. Berarti lebih cepat dari peringatan dini. Oleh sebab itu saat ini BMKG sedang berupaya memberikan peringatan dini pada menit kedua hingga ketiga setelah gempa bumi terjadi.
Bahkan, BMKG juga menyiapkan tambahan kanal komunikasi khusus melalui HT agar Peringatan Dini dapat tetap tersebar ke masyarakat meskipun jaringan internet, telpon selular, ataupun listrik lumpuh saat terjadi gempa bumi.
Ia mencontohkan Stasiun Geofisika BMKG di Banjarnegara berinovasi dengan Multihazard Early Warning System dalam tampilan WRS-NG. Sistem tersebut menampilkan multiinformasi peringatan dini, baik cuaca, iklim, gempa bumi, hingga perkembangan informasi terkait protokol kesehatan Covid-19.
Di kantor Kecamatan Kretek, Wonosobo, BMKG juga telah memasang alat pemantau gempa bumi untuk memantau gempa megathrust. Alat tersebut merupakan bagian dari sistem jaringan nasional. Sensor di Wonosobo ini dapat memonitor patahan-patahan yang diduga masih bergerak aktif, yang ada di Pulau Jawa bagian tengah. Bahkan, gerakan-gerakan patahan yang sangat lokal dan dangkal di permukaan bisa terdeteksi.
Ia menyebut, fakta dan data telah menunjukkan, Tsunami di Indonesia dapat terjadi secara tidak lazim, yaitu sangat cepat karena sumber pembangkit tsunami sangat dekat dengan pantai, seperti yang terjadi di Palu pada 2018.
Oleh sebab itu, masyarakat tidak dapat hanya bergantung pada kemajuan teknologi sudah ada. Namun, masyarakat juga harus tetap memelihara dan menerapkan kearifan lokal yang ada, yaitu penyelamatan diri secara evakuasi mandiri.
"Meski teknologi terus berkembang, tetapi belum bisa menandingi tsunami yang datangnya sangat cepat seperti kejadian di Palu. Oleh karena kearifan lokal tetap harus diterapkan oleh masyarakat," jelas Dwikorita.
Saat merasakan goyangan gempa bumi, itulah peringatan dini. Masyarakat tidak perlu menunggu lagi peringatan dini dari BMKG atau menunggu sirene berbunyi. Mereka segera mengevakuasi diri atau lari menuju ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
"Teknologi secanggih apapun tidak akan berguna jika masyarakat tidak siap dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana tsunami yang kemungkinan akan terjadi," terang dia.
baca juga: Angin Kencang Robohkan Bangunan Istana Kerajaan Sikka
Selain mengecek sejumlah peralatan operasional, Dwikorita juga menyempatkan diri bertemu dengan kepala daerah dan pemangku kepentingan dalam penanganan bencana seperti BPBD. Ia menegaskan, BMKG akan selalu mendukung BPBD dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi gempabumi dan tsunami di setiap daerah serta mengantisipasi cuaca ekstrem dalam mewujudkan zero victim.
Dwikorita juga mengingatkan agar perlunya pemetaan wilayah dan penataan ruang di daerah yang rawan bencana baik bencana gempa bumi ataupun longsor di dataran tinggi tersebut.(OL_3)
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 4,7 yang berpusat di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, tidak berpotensi tsunami.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Pantai Selatan Bengkulu Utara, Bengkulu, pada Sabtu (27/12).
Peneliti mendeteksi sinyal seismik aneh akibat proses beku-cair batuan di Alaska. Penemuan ini menjadi kunci peringatan dini potensi tsunami dahsyat.
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved