Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor (Polres) Klaten, Jawa Tengah, menerjunkan 30 personel SAR (search and rescue) dalam operasi kemanusiaan penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi.
Sebelum diberangkatkan menuju kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi, Senin (23/11), tim SAR melakukan apel di Mapolres. Apel dipimpin Kapolres Klaten AKB Edy Suranta Sitepu.
Kapolres, dalam amanatnya, mengatakan tim SAR Polres Klaten, saat ini, siap diterjunkan dalam operasi kemanusian dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi.
Baca juga: Terjadi Guguran Tebing Lava 1954, Warga Merapi Diimbau Tenang
Dalam operasi kemanusian, tim SAR Polres akan bekerja sama dengan stakeholder (pemangku kepentingan), relawan, dan personel Brimob yang telah diterjunkan di lokasi bencana tersebut.
"Jadi, tim SAR Polres Klaten dalam operasi kemanusiaan ini fokus membantu masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Merapi yang saat ini pada status siaga," jelasnya.
Tugas tim SAR cukup berat dalam operasi kemanusiaan penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi. Tapi, menurut Edy, mereka mampu melaksanakan tugas itu dengan baik.
Karena, lanjutnya, personel SAR dari pasukan pengendali massa itu telah menjalani pelatihan dalam upaya pencarian, pertolongan, dan penyelamatan terhadap keadaan darurat.
"Mengacu kejadian bencana erupsi Gunung Merapi pada 2010, kita harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Jangan sampai terjadi bencana
baru melakukan persiapan," ujarnya.
Aktivitas Gunung Merapi saat ini pada level III atau siaga. Karena itu, jika benar-benar meletus jajaran Polres Klaten sudah siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk perbantuan.
Kasat Sabhara AK Edi Sukamto mengatakan tim SAR Polres Klaten akan melaksanakan operasi kemanusian di KRB III Gunung Merapi sampai situasi dinyatakan aman.
"Jadi, tidak ada batasan waktu. Tim SAR Polres Klaten akan bertugas sampai aktivitas Gunung Merapi dinyatakan aman. Mereka baru ditarik setelah situasi kondusif," jelasnya.
Sementara itu, Posko BPBD Klaten melaporkan pengungsi erupsi Gunung Merapi yang ditampung di barak Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo berjumlah 354 orang.
Pengungsi di dua barak tersebut, kata Humas BPBD Klaten Nur Tjahjono, didominasi kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, lansia, difabel, ibu menyusui, dan ibu hamil.
Saat ini, sebanyak 129 ekor sapi peliharaan warga pengungsi asal Dukuh Sambungrejo, Ngelo, Ngipiksari, Gondang, dan Sukorejo telah dievakuasi di kandang komunal di Desa Balerante. (OL-1)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved