Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN nasional penghubung antara Purwokerto dan Bandung menuju Yogyakarta di jalur selatan, tepatnya di Buntu hingga Sumpiuh, Banyumas, banjir hingga 1 meter. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat. Hanya kendaraan besar seperti truk dan bus yang bisa lewat.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia di sekitar Sumpiuh, arus kendaraan dari arah barat yakni Purwokerto dan Bandung tertahan di jalur tersebut. Demikian juga arus kendaraan dari arah timur atau Yogyakarta.
Aparat kepolisian melakukan pengaturan buka tutup arus lalu lintas. Jika kendaraan dari arah barat bergerak, maka dari timur berhenti, demikian sebaliknya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,3 di Kepulauan Mentawai tidak Berpotensi Tsunami
"Banjir terjadi sejak pukul 04.00 WIB. Tidak seperti biasanya, jalur selatan banjir. Mungkin, karena curah hujan yang tinggi. Sampai sekarang yang berani lewat hanyalah truk dan bus. Kendaraan kecil ada yang nekat, tetapi rata-rata tidak berani melintas," kata Catur, 54, warga setempat.
Warga yang berada di lokasi terlihat ikut mengatur arus lalu lintas agar kendaraan tidak terjebak banjir. Praktis, dengan adanya banjir tersebut, terjadi antrean panjang di jalur selatan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Titik Puji Astuti mengatakan hujan deras yang terjadi di wilayah Banyumas bagian selatan mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah titik di antaranya adalah Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak. (OL-1)
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved