Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNGSI warga kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Sabtu (14/11) pukul 21.00 WIB, jumlah pengungsi mencapai 401 orang.
Untuk menampung pengungsi erupsi Gunung Merapi, Pemerintah Kabupaten Klaten menyiapkan tiga tempat evakuasi sementara (TES) di Balai Desa Tegalmulyo, Balai Desa Balerante, dan GOR Kalimosodo.
Saat ini, pengungsi yang ditampung di TES Balai Desa Tegalmulyo 128 orang, dan 273 pengungsi tinggal di Balai Desa Balerante. Sementara, GOR Kalimosodo yang disiapkan di Desa Sidorejo belum terisi.
Baca juga: Pekerja Kemanusiaan Mulai Mendekati Merapi
Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Nur Tjahjono Suharto menjelaskan pengungsi yang ditampung di Balai Desa Tegalmulyo asal Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan.
Sedangkan pengungsi erupsi Gunung Merapi yang tinggal sementara di lokasi penampungan Balai Desa Balerante, adalah warga Dukuh Sambungrejo, Ngelo, Ngipiksari, Gondang, dan Sukorejo.
"Sementara, hingga Sabtu (14/11) malam, jumlah ternak sapi milik warga Desa Balerante yang sudah diungsikan 124 ekor," kata Humas BPBD Klaten kepada Media Indonesia, Minggu (15/11).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari waspada level II menjadi siaga level III pada 5 November 2020.
Arus pengungsian terjadi sejak Jumat (6/11) atau sehari setelah penetapan status siaga Gunung Merapi. Saat ini, jumlah pengungsi 401 orang. Mereka warga KRB III asal Desa Tegalmulyo dan Balerante. (OL-1)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved