Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIDUGA akibat arus pendek pasar terbesar di Kabupaten Kendal yakni Pasar Weleri terbakar, ratusan kios baik di lantai satu dan dua hangus terbajar berikut barang dagangan yang ada di dalamnya.
Suasana mencekam masih terlihat di seputar Pasar Weleri, Kabupaten Kendal, ratusan pedagang hanya bisa meratapi nasib menyaksikan kios dan barang dagangan ludes terbakar dan hanya menyisakan abu dan puing-puing bangunan pasar yang gosong.
Kebakaran pasar terbesar di Kabupayen Kendal yakni Pasar Weleri pada Kamis (12/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB dan baru padam pada Jumat (13/11) dini hari, setelah 12 unit mobil pemadam kebajaran berjibaku selama lebih dari enam jam tersebut hanya menyisakan puing bangunan dan kios bagian depan yang terlihat gosong.
Petugas Damkar dibantu aparat kepolisian dan TNI hingga Jumat (13/11) pagi masih terlihat melakukan pendinginan menyemprotkan air ke bara api yang tersisa.
"Saya pasrah saja karena tidak ada barang dagangan yang busa diselamatkan, karena kios berada di lantai dua yang kondisinya paling parah," kata Marfuah, 50, pedagang plastik di Pasar Weleri.
Hal serupa juga diungkapkan Sukardani,40, pedagang sembako di kios lantai satu Pasar Weleri, meskipun tidak semua dagangan dapat terselamatkan namun sebagian madih busa fikeluarkan daro dalam.kios. "Saya nekat masuk kios angkat dagangan dan memindahkan ke mobil pick up saat bagian atas terbakar," ungkapnya.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal Toni Ari Wibowo mengatakan hingga saat ini penyebab kebakaran belum dapat diketahui secara pasti, namun dugaan sementara adalah terjadi akibat konsleting listrik di lantai dua bagian timur yang merupakan pertamakali diketahui api muncul.
"Meskipun belum dihitung secara persis jumlah kios dan kerugian, namun ada 90 persen bangunan pasar terbakar," ujar Toni Ari Wibowo.
Kebakaran itu sendiri, jelas Toni Ari Wibowo, diketahui pertama kali terlihat di lantai dua yang merupakan kios dan los barang plastik dan pakaian. Api cepat merambat hingga membakar ke bagian kain meskipun petugas dengan beberapa mobil damkar terus berupaya melakukan pemadaman.
"Selain kesulitan menembus titik api, angin kencang dan barang mudah terbakar, ketersediaan air juga tidak ada di sekitar lokasi karena hidran rusak," imbuhnya. (OL-13)
Baca Juga: Pasar Wage Purwokerto Terbakar
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Keterbatasan pada aspek kemasan, pengelolaan merek, dan strategi pemasaran membuat produk unggulan desa tersebut belum mampu bersaing di pasar modern maupun digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved