Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS Gunung Merapi, Jawa Tengah, sepanjang Selasa (10/11) masih fluktuaktif. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat terjadi gempa guguran sebanyak 12 kali dan tiga kali gempa vulkanik dangkal sejak pagi hingga siang.
"Terjadi 12 kali guguran dengan amplitudo selama 55 detik, dan tiga kali gempa vulkanik dangkal dengan durasi 19 sampai 34 detik. Fase banyak itu ada 66 kali," tukas staf seksi Gunung Merapi, Julianto Wibowo, di Pos Pengamatan Selo, Selasa (10/11).
Dari sisi kegempaan yang terjadi itu, maka aktivitas vulkanik gunung berapi yang mengikat wilayah Sleman, Yogyakarta dengan tiga kabupaten di Jateng ini masih fluktuatif, sejak ditetapkan Status Siaga mulai 5 November silam.
Lebih jauh, Julianto mengatakan berdasarkan informasi yang didapat pada Selasa (10/11) dini hari juga terjadi guguran di Dusun Stabelan, tetapi tidak terdengar dari Jrakah. Lalu pada Selasa (10/11) pukul 13.15 juga terjadi guguran kecil yang teramati dari Pos Pengamatan Babadan, Magelang.
Ia menyatakan aktivitas Gunung Merapi masih fluktuatif sejak dinaikkan statusnya Siaga (level III). Namun begitu BPPTKG Yogyakarta telah mengeluarkan rekomendasi bagi daerah rawan bencana, untuk semakin hati hati dan siap bergerak jika potensi erupsi makin tinggi.
Jarak aman dalam situasi Siaga Merapi yang direkomendasi adalah lima kilometer dari puncak gunung. "Dan bisa berubah melihat perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut," ujar dia. (R-1)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved