Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Fenomena global La Nina yang juga terjadi di Indonesia, tidak saja berdampak pada curah hujan yang tinggi, melainkan juga berpengaruh terhadap cuaca di laut. La Nina bakal meningkatkan tinggi gelombang karena kecepatan angin meningkat.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan bahwa La Nina bakal berdampak pada ketinggian gelombang. ''La Nina merupakan fenomena global. Di Indonesia akan meningkatkan curah hujuan antara 20% hingga 40%, tergantung daerah masing-masing. La Nina akan berdampak pada peningkatan kecepatan angin. Padahal kita tahu bahwa angin merupakan pembangkit utama gelombang di laut. Sehingga ada potensi gelombang tinggi,'' ujar Eko usai pembukaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Cilacap, Jawa Tengah pada Selasa (13/10) sore.
Dia mengatakan dengan adanya dampak La Nina tersebut, maka nelayan harus beradaptasi terhadap lingkungannya. ''Adaptasi terhadap lingkungan merupakan kunci agar nelayan aman dan selamat saat menangkap ikan. Mitigasi menjadi penting, dengan mengetahui prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,'' kata Eko.
Sementara Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan bahwa SLCN diikuti oleh 25 nelayan dan petugas dinas terkait. Mereka akan diajari untuk mengetahui prakiraan cuaca. ''Sehingga nantinya, nelayan akan lebih tahu mengenai cuaca di laut. Harapannya, mereka aman saat menangkap ikan. Hal yang paling penting adalah mengetahui kondisi cuaca,'' kata dia.
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman mengatakan bahwa dengan adanya SLCN diharapkan akan membuat nelayan lebih mengetahui kondisi cuaca khususnya di laut. ''SLCN ini akan memberikan pengetahuan bagi nelayan. Sehingga nelayan akan menyesuaikan dengan alam, bukan sebaliknya alam yang menyesuaikan dengan nelatan. Jika demikian, maka nelayan akan selamat dan hasil tangkapan bakal meningkat,'' tandasnya. (LD/OL-10)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Mirkoplastik yang menempel di permukaan fitoplankton dapat menghalangi sinar matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dan menurunkan kemampuan fitoplankton menyerap karbon.
PENELITIAN ilmiah terbaru menunjukkan bahwa rumput laut memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) jauh lebih cepat dibandingkan hutan daratan.
Sinergi ini bertujuan untuk mendukung agenda pemerintah dalam memberdayakan nelayan pesisir sekaligus membangun budaya keselamatan di laut yang lebih kokoh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Larangan impor produk akuatik oleh Tiongkok merupakan pukulan telak bagi industri makanan laut Jepang, terutama ekspor kerang dan teripang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved