Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELENGGARAAN Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-37 Tingkat Provinsi Sumatra Utara (Sumut) ditutup secara resmi oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Jumat (11/9), di Lapangan Utama Astaka Kota Tebing Tinggi. Gelaran MTQ berlangsung lancar dengan mengikuti protokol kesehatan tanpa ada penambahan kasus covid-19 yang signifikan.
"Sesuai amanat Bapak Gubernur, protokol kesehatan benar-benar kita selenggarakan secara ketat. Alhamdulillah, tidak ada penambahan kasus covid-19 gara-gara MTQ. Data ini akurat, kurva datar kita pantau, valid dan tidak dibuat-buat," ujar Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan di Lapangan Utama Astaka, Jalan Dr Sutomo Kota Tebing Tinggi, Jumat (11/9).
Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Medan Labuhan Lakukan Pemblokiran
Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan gelaran MTQ dapat membantu menggeliatkan perekonomian masyarakat, melalui stan dan tenda yang disediakan secara gratis.
Banyak UMKM terbantu dan banyak masyarakat yang antusias serta menikmatinya. Ia mengakui masih ada berbagai kekurangan dan kesalahan yang terjadi selama penyelenggaraan acara.
"Kami sadar sebagai hamba Allah tidak ada yang sempurna. Tidak ada gading yang tidak retak. Kami harapkan dengan kekurangan itu, menjadi kenangan indah untuk dipetik hikmah," tuturnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Wali Kota Tebing tinggi kepada seluruh pihak yang mendukung, khususnya masyarakat Tebing Tinggi dan LPTQ Sumut.
Begitu pula dengan kepercayaan yang diberikan kepada Tebing Tinggi sebagai tuan rumah. Ia berharap, acara-acara serupa bisa dilaksanakan lagi di Tebing Tinggi.
"Tetapi tentunya dengan dukungan dari Bapak Gubernur," ujarnya.
Umar berharap melalui MTQ ke-37 Sumut menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meningkatkan keimanan dan
ketakwaan.
"Bagi yang menang, saya ucapkan selamat. Yang belum, tingkatkan lagi latihan. Paling penting ialah wujud nilai-nilai Quran terpatri dalam keseharian kita", ucapnya. (OL-1)
Ketua Panitia Profesor Farid Mulana, mengatakan, 150 peserta itu berasal dari lebih 40 perguruan tinggi di Indonesia dan negara lain.
Sebanyak 56 kafilah Kabupaten Lamongan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Jawa Timur 2025, di Pendopo Lokatantra.
Ia mulai menghafal Al-Qur’an sejak kecil di Zeid bin Tabak Center, lembaga pendidikan yang berlokasi di pelataran Mesjid Al-Aqsa, Yerusalem.
Selain kompetisi utama, kegiatan lainnya adalah seminar Al Qur’an, pameran kaligrafi internasional, workshop penulisan Al Qur’an.
“Tidak ada negara seperti Indonesia yang menyelenggarakan MTQ itu menjadi pesta rakyat."
Kemenag memberi penghargaan total Rp125 juta kepada 5 qari, qariah, dan hafiz yang berprestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional dan mengupayakan mereka diangkat PNS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved