Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Sosok Bu Tejo dalam tiga hari belakangan populer seiring dengan kesuksesan film Tilik. Siti Fauziah Saekhoni (Ozi) selaku pemeran Bu Tejo pun menceritakan tentang pengalamannya membintangi film berdurasi 32 menit 34 detik ini.
Ozi menilai sosok Bu Tejo sebenarnya tidak julid. "Dia cuma mempertanyakan hal-hal yang dia ketahui dari informasi di internet yang diakses," kata Ozi, Kamis (20/8).
Ozi menceritakan proses pencarian karakter yang tepat untuk tokoh Bu Tejo yang diperankannya adalah hal terpenting. Baginya yang banyak berkecimpung di dunia teater, tokoh yang diperankan harus memiliki latar belakang yang jelas, baik dari psikologis maupun sosiologis.
Riset yang dilakukannya untuk membangun karakter Bu Tejo pun sederhana. Dia menggali karakter Bu Tejo saat belanja di pasar. Diamatinya tingkah polah ibu-ibu di pasar saat berbincang satu sama lain.
Kepingan-kepingan percakapan itu yang kemudian dieksplorasi untuk membangun karakter Bu Tejo hingga mendapatkan penjiwaan. Di sisi lain, karakter yang diperankannya juga sangat dekat dengan kehidupan kesehariannya, sehingga dia tidak terlalu kesulitan.
"Kalau sudah dekat banget, aku juga kayak bu Tejo, sok nyinyir. Bahkan, ada yang bilang judule Bu Tejo meranke (memerankan) Ozi," lanjutnya.
Namun, Ozi mengatakan ada perbedaan dirinya dengan Bu Tejo. Dia lebih memilih mengkroscek informasi yang didapat kepada orang yang dimaksud, daripada membicarakannya dengan orang lain.
Baca juga: Dua Film Indonesia Diputar di Shanghai Film Festival
Dia mengatakan awalnya sosok Bu Tejo diperankan oleh orang lain. Namun, karena si calon pemeran sudah cukup sepuh dan medan yang dilalui saat syuting berat, pemeran Bu Tejo akhirnya diganti. Ozi-lah yang kemudian didapuk memerankan tokoh tersebut.
"Saat disuruh menjadi Bu Tejo, saya juga agak kaget. Bisa nggak ya," kata Ozi yang baru pertama mendapatkan peran utama di film.
Sutradara meyakinkan dirinya mampu memerankan Bu Tejo. Padahal, dia saat itu seharusnya bukan berperan sebagai tokoh utama dan proses pengambilan gambar sudah akan dimulai.
Ozi pun meminta waktu untuk mendalami karakter Bu Tejo karena peran yang dibawakannya cukup krusial dan banyak dialognya. "Dari reading sampai selesai waktunya cuma dua mingguan," kata perempuan yang telah bermain dalam enam film ini.
Khusus pengambilan gambar, kata dia, prosesnya cukup singkat, hanya tiga hari. Proses pengambilan gambar hanya dilakukan pada pagi hari.
Saat pengambilan gambar adalah yang terberat. Pasalnya, dia harus berakting di atas truk yang sedang berjalan dengan melewati jalanan yang naik-turun.
Di balik lika-likunya memerankan sosok Bu Tejo, Ozi mengaku senang dengan tingginya respons penonton. Ternyata tidak hanya film Hollywood yang ditonton. Banyak film pendek yang lain yang bagus untuk ditonton.
"Film ini disukai mungkin karena dekat sama keseharian, sehingga menjadi seru bagi mereka (penonton)," tukas Ozi.
Walau menggunakan bahasa Jawa sehari-hari, film ini juga terasa dekat dengan masyarakat umum. (OL-14)
Megan Domani mengungkapkan bahwa peran Annisa memberikan tantangan tersendiri, terutama dari sisi pendalaman karakter yang memiliki latar belakang keluarga yang kompleks.
Revalina S Temat membagikan pengalamannya menghadapi tuntutan peran yang menguras energi di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Presiden Donald Trump membentuk Board of Peace untuk perdamaian Gaza. Indonesia, Saudi, hingga Turki resmi bergabung, sementara Putin masih mempertimbangkan.
LANGKAH impresif ditunjukkan para penggawa bulu tangkis tuan rumah dalam ajang BWF Super 500 Indonesia Masters 2026. Sebanyak 16 wakil Indonesia dipastikan melangkah ke babak kedua
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
SETELAH Indonesia dan pemerintah Inggris sepakat meluncurkan kemitraan pertumbuhan ekonomi di sejumlah sektor, Airlangga Hartarto mengatakan komitmen Indonesia bergabung ke OECD
Indonesia dan Inggris luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London. Fokus pada penghapusan hambatan nontarif dan investasi energi bersih.
INDONESIA dan pemerintah Inggris meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London, Inggris, Senin (19/1) waktu setempat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved