Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMUA yang kita punya dan kita dapatkan di dunia ini sesungguhnya adalah titipan Tuhan. Jadi jika Dia sewaktu-waktu akan mengambilnya, kita (manusia) tidak akan bisa mencegahnya. Kepercayaan itu dipegang teguh oleh pengusaha muda Putra Siregar. Itu sebabnya ia selalu berusaha berbagi kepada sesama. Apalagi di masa-masa sulit seperti saat ini. Uluran tangan dari mereka yang mampu untuk para korban terdampak covid-19 sangat dibutuhkan.
"Saya tidak mau kufur nikmat, ketika Allah kasih harta saya, Allah bisa ambil kapan saja,‘’ tutur putra saat ditanya mantan wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dalam program Open for Business.
Baca juga: Pemerintah Dukung Digitalisasi UMKM Naik Kelas
Menurut pengusaha kelahiran Sumatera Utara itu, sebelum seperti sekarang ia pernah mengalami hidup susah. Bahkan masa kecilnya dilalui dengan penuh perjuangan. Ia bahkan tidak pernah mengenal ibu kandung yang meninggal saat melahirkan. Keluargnya juga tidak mampu membiayai hidupnya sehingga ia dibesarkan orang lain.
"Ketika anak-anak lain dapat uang jajan saya harus bekerja keras untuk bisa jajan," tutur Putra yang mengaku sejak masih di bangku Sekolah Dasar sudah berjualan di Pasar Siantar, Sumatera Utara.
Setelah beranjang dewasa, ia memberanikan diri merantau ke Jakarta setelah bertemu dengan Youtuber, Atta Halilintar di Medan, Sumut. "Ketika ia bilang, kalau kamu ke Jakarta, Insya Allah maju," ujarnya.
Berkat kegigihannya, pelan tapi pasti, Putra mulai berhasil dalam usahanya. Berawal dari kios seluas 2x2 meter di wilayah Condet, sekarang dia memiliki puluhan toko yang tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Ia pun mulai melebarkan sayap bisnisnya dengan menjual Laptop, televisi, PS, dan servis handphone.
Dia mengaku memang sempat tersandung masalah dengan aparat hukum atas dugaan barang yang dijual illegal karena tanpa melalui proses kepabean sehingga merugikan negara sebesar Rp26 juta pada 2017 silam. Saat ditanya oleh Sandiaga hikmah apa yang diambil dari kejadian itu, Putra mengaku banyak belajar lagi.
"Saya banyak belajar lagi. Saya dulu jualan handphone bekas di kios dengan ukuran 2x2 meter di Condet, Jakarta Timur. Jadi saya tahu betul bagaimana cara bangkit," ujarnya.
Dengan kekayaannya kini, Putra mengaku ingin selalu berbagi. Pengusaha yang juga aktif sebagai youtuber ini sering membagi-bagikan sembako untuk masyarakat yang kurang mampu. Apalagi di masa pendemi covid 19 ini, kesulitan ekonomi masyarakat semakin tinggi. Untuk itulah dia melakukan kegiatan amal secara rutin.
Atas nasihat temannya dia sempat melakukan penggalangan dana dalam waktu tiga hari dia berhasil mengumpulkan Rp3 miliar. Dengan dana itu dia membeli APD untuk diberikan kepada tenaga medis. "Saya sempat bikin APD, tapi ternyata rakyat lebih membutuhkan sembako. Jadi saya beli sembako untuk dibagikan," katanya.
Menyoal bisnisnya, ia mengaku banyak dibantu para selegram, artis, dan youtuber. Dengan moto HP Pejabat harga merakyat, ia mengaku bisa menuai keuntungan. Selain itu ada trik bisnis yang juga dia lakukan dengan banyak memberi hadiah atau give away kepada konsumen. Mulai dari hadiah handphone sampai mobil. (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved