Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Melalui gerakan Bisa (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) Provinsi Riau berusaha membangkitkan sektor pariwisata yang saat ini
terdampak Covid-19. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi tatanan kehidupan baru sesuai prinsip higienis dan sanitasi yang baik.
Gerakan Bisa merupakan program semacam padat karya yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata. Sehingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya siap memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, sangat penting bagi seluruh stakeholder pariwisata agar menerapkan protokol kesehatan sebagaimana tertuang dalam KMK Nomor HK.01.08/Menkes/382/2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan buku panduan teknis yang merupakan turunan dari keputusan tersebut.
Baca Juga: PSBB tak Diperpanjang, 117 Tempat Wisata di Riau Siap Buka Lagi
"Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman, serta mendukung destinasi pariwisata dalam menyongsong tatanan kehidupan baru pascapandemi covid-19,'' kata Gubernur Riau Syamsuar di Pekanbaru, Minggu (2/8).
Ia mengharapkan Gerakan Bisa dapat bermanfaat untuk semua stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif. "Pariwisata penting untuk bangkit kembali dalam mempromosikan Riau yang bersih, indah, sehat, dan aman di mata dunia," kata Syamsuar yang mengaku sangat menyambut baik Gerakan Bisa tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat mengatakan Gerakan Bisa adalah kegiatan yang dipelopori oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dilaksanakan serentak di 3 Kabupaten dan Kota di Riau, pada 4-5 Agustus 2020 pukul 08.00-16.00 WIB. Gerakan itu melibatkan 300 orang pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Adapun lokasinya di lima destinasi wisata, yakni Taman Tunjuk Ajar Integritas, Taman Tuan Kadi (Kota Pekanbaru), Pulau Cinta (Kabupaten Kampar), dan Istana Siak Sri Indrapura, Makam Koto Tinggi (Kabupaten Siak).
"Gerakan Bisa untuk melaksanakan program semacam padat karya dalam upaya mitigasi dampak Covid-19. Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperlukan langkah-langkah yang cepat, tepat, fokus, dan terpadu melalui sinergitas antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya," kata Roni.
Ia menerangkan, khusus pada hari pertama, Selasa (4/8) dilaksanakan secara virtual mengunakan aplikasi zoom meeting di masing-masing destinasi atau lokasi, diikuti oleh Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kemenparekraf di Jakarta, Wali Kota Pekanbaru, Bupati Kampar, Bupati Siak dan Kepala Dinas Pariwisata Riau. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan aktifitas gotong royong, mempersiapkan tempat sampah, alat-alat kebersihan, pengecatan papan informasi covid-19, wastafel, tempat cuci tangan, thermogun, dan alat semprot disinfektan.
Pemerintah melalui Kemenparekaf memberikan bantuan berupa tempat sampah permanen dan tempat sampah plastik, alat cuci tangan, gerobak dorong, cangkul, sapu lidi, cat minyak, tiner, kuas cat, ditambah lagi sarung tangan kerja, disinfektan beserta alat semprot disinfektan, masker kain, pakaian seragam, signage atau papan informasi publik di destinasi wisata, papan informasi Covid-19 dan Thermogun.
Adapun tujuan kegiatan ini digelar untuk pemberdayaan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonominya pasca Covid-19. Mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata untuk peningkatan peringkat Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), mendukung destinasi pariwisata serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengantisipasi kondisi tatanan kehidupan baru pasca Covid-19 sesuai prinsip higienis dan sanitasi yang baik.
Menurut data Kemenparekraf berdasarkan hasil Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2019, Indonesia menempati peringkat ke-102 dalam kategori Health and Hygiene dan peringkat ke-80 dalam kategori Safety and Security dari 140 negara sehingga diperlukan komitmen dan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan pelaku periwisata di pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia. (RK/OL-10)
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
POLISI mengamankan sembilan orang terkait jual beli dan perusakan fasilitas satgas di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Rabu (21/1).
Kebijakan tersebut dirancang agar pertambangan rakyat benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tidak dikuasai pemodal besar.
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved