Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG suami, Rendy Arista (34 tahun) tega membunuh istri dan anaknya, YI (30 tahun) dan RA (3 tahun), Senin (27/7) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pembunuhan tersebut terjadi di Desa Taja Mulya, Philip IV, Kecamatan
Betung, Banyuasin, Sumsel.
Pelaku membunuh kedua korban dengan cara dipukul menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram hingga meninggal dunia. "Diketahui saat saksi bernama Andra yang merupakan tetangga korban, rumahnya digedor oleh pelaku yang hendak meminta tolong dengan kondisi mulut berdarah dan leher terikat oleh tali," kata Kapolsek Betung, AKP Toto Hernanto.
Ia mengatakan, saksi kemudian mengantar pelaku ke rumah bidan untuk diobati. "Dalam perjalanan ke rumah bidan, pelaku mengatakan bahwa dia sedang ada masalah keluarga dan ingin bunuh diri," jelasnya.
Pada saat pelaku diantar kembali ke rumahnya oleh saksi Andra namun tidak sempat masuk ke rumahnya dan Pelaku langsung pergi menggunakan mobil minibus. "Merasa curiga, saksi masuk ke rumah korban yang tidak terkunci dan ditemukan kondisi korban Yuti dan Rajata sudah meninggal dengan luka dikepala," kata dia.
Pelaku sebelumnya sempat hendak melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri di belakang rumah dan di ruang tamu namun gagal karena tali yang hendak digunakan putus.
Ternyata pelaku sudah pernah direhabilitasi narkoba sebanyak dua kali, berkaitan dengan kecanduan narkoba dan diberhentikan dari pekerjaannya karena Covid-19. "Motif pelaku belum diketahui dan pelaku masih dalam pengejaran," tandasnya. (OL-13)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved