Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali menjerit. Kali ini, mereka mengeluhkan penghentian pembangunan permakaman leluhur warga.
“Kami akan membangun permakaman Pangeran Djatikusumah di lahan sekitar 1 hektare di Curug Goong, Desa Cisantana, Cigugur. Namun, Pemkab Kuningan melayangkan surat teguran pada 29 Juni lalu karena alasan tidak ada izin mendirikan bangun an,” kata Okky Satrio Djati, tokoh adat, kemarin.
Masyarat adat sudah mengajukan IMB pada 1 Juli lalu. “Kami juga mengadu ke DPRD dan menjelaskan bahwa permakaman ini bukan tempat pemujaan,” sambung Okky. Namun, itu belum cukup.
Pemkab kembali menerbitkan surat peringatan kedua pada 6 Juli lalu. Mereka mengancam akan menyegel lokasi. Masyarakat Adat juga sudah mendapat informasi pengajuan IMB mereka ditolak.
“Satu per satu aset masyarakat adat dipereteli. Mulai dari Leuweung Leutik, Tanah Mayasi, Paseban, dan terakhir Curug Goong,” tambah Djuwita Djatikusumah Putri, anak Pangeran Djatikusumah.
Masyarakat Adat, lanjutnya, hanya ingin hidup damai di negara berfalsafah Pancasila, yang menjunjung tinggi perbedaan di antara sesama warga. Saat ini Masyarakat Adat juga tengah
mengajukan gugatan lewat PTUN Bandung terkait dengan kepemilikan Leuweung Leutik. (UL/N-2)
Sekolah lapang memerlukan dukungan dan kemitraan berbagai pihak agar fokus utama dalam pemberdayaan masyarakat bisa tercapai.
Masyarakat adat Dayak tidak bisa dipisahkan dari alam, dari hutan, dari sungai dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya tetapi sekaligus menjaga dan merawatnya.
Jaga Kekondusifan di Bumi Melayu, Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi
SRI Sultan Hamengku Buwono X turut hadir dalam acara resepsi pernikahan Stevi Harman dan Mario Pranda yang digelar di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.
Dia harap suasana keakraban tetap terjalin. Selain itu, tidak saling menjelekkan dan memaki.
Gelar Tadulako yang diterima oleh Hermansyah ditandai dengan pemasangan Siga, ikat kepala yang jadi simbol kebesaran masyarakat adat Kaili.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved