Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dana Insentif Kader Pemantau Kesehatan Madiun Sudah Cair

Antara
14/7/2020 12:49
Dana Insentif Kader Pemantau Kesehatan Madiun Sudah Cair
Petugas kesehatan mengambil sampel darah pekerja saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 di sebuah pabrik rokok di Kabupaten Madiun(ANTARA FOTO/Siswowidodo)

SALAH satu kader pemantau kesehatan kasus covid-19 Dien mengaku insentif bulan April dan Mei telah ditransfer ke rekening masing-masing kader. Pencairan tersebut dilakukan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, pada Senin (13/7).

"Alhamdulillah telah cair. Ini adalah jawaban dari doa saya dan teman-teman lainnya," ujar Dien.

Baginya, bukan besar kecil jumlah uang yang didapatkan, melainkan lebih kepada penghargaan terhadap kerja keras seluruh kader pemantau kesehatan.

Sebab, selama ini, seluruh kader pemantau kesehatan telah bekerja keras dan tidak mengenal waktu. Para kader melakukan pemantauan terhadap kasus orang dalam risiko (ODR).

Dalam tugas pemantauan tersebut, mereka tidak hanya mengorbankan waktu bersama keluarga, namun juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan karena risiko yang besar untuk tertular.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani mengatakan kader kesehatan itu dilibatkan dalam penanganan covid-19 untuk melakukan pemantauan terhadap orang dalam risiko (ODR).

Baca juga: Zona Hijau, Madiun Diingatkan Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Sesuai kontrak, ratusan kader kesehatan yang tersebar di 27 kelurahan itu resmi bertugas pada April. Mereka telah dijanjikan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun mendapat insentif sebesar Rp50 ribu per hari setiap memantau satu pasien. Rata-rata per pasien dipantau selama 11-14 hari.

Sementara, DPRD Kota Madiun ikut mengapresiasi kecepatan Pemkot Madiun dalam merespons keluhan kader kesehatan akan molornya pencairan dana insentif.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono mengungkapkan persoalan itu bukan lah permasalahan mendasar melainkan hanya masalah teknis.

"Jika semua dikomunikasikan dengan baik, seluruh permasalahan segera tuntas. Yang penting segera dikoordinasikan ke pemerintah," ujar Istono.

Ia menegaskan pemkot telah bekerja maksimal dalam rangka percepatan penanganan covid-19. Kinerja tersebut butuh dukungan dan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk para kader kesehatan yang melakukan pemantauan warga di tingkat bawah.

"Pemerintah telah bekerja keras mengatasi seluruh dampak pandemi. Termasuk dalam rangka menekan penyebaran covid-19. Kami dari dewan terus mendukung upaya yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah," ungkapnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya