Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI sudah mengalami perubahan bentuk atau deformasi, status Gunung Merapi sampai kemarin masih tetap waspada. Namun, sejumlah kepala daerah di kaki gunung sudah bersiap dengan rencana kontingensi sesuai dengan protokol kesehatan covid-19.
Pemkab Sleman, DI Yogyakarta, misalnya, terpaksa mengubah rencana pengungsian warganya. "Sebenarnya kami telah memiliki rencana kontingensi yang sudah disusun Februari lalu. Tapi terkait kondisi pandemi, kami harus menyesuaikan dan mengubahnya," kata Bupati Sri Purnomo, kemarin.
Sebelumnya, Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Lilik Kurniawan sudah menemui Sri Purnomo. Ia menyatakan, meski di tengah pandemi, warga tidak boleh lengah dengan potensi bencana alam, seperti letusan Merapi. "Sudah 10 tahun lalu letusan besar terakhir dialami Merapi. Kita harus waspadai," tandasnya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, Hanik Humaida, menambahkan jarak aman Merapi saat ini lebih dari 3 kilometer dari puncak gunung. (AU/AT/N-2)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved