Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Mewaspadai Gambut yang sudah Mengering

(DY/DW/SL/PO/LD/RF/MY/N-2)
09/7/2020 06:30
Mewaspadai Gambut yang sudah Mengering
UPAYA PEMADAMAN KARHUTLA DI KALSEL( ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.)

SINYAL alam sudah datang ke Kalimantan Selatan. "Lahan gambut mulai kering. Kami harus bersiap melakukan operasi pembasahan," ungkap Sekretaris Tim Restorasi Gambut Daerah Kalimantan Selatan, Sayuti Enggok, kemarin.

Saat ini, Kalsel sudah menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan. Pembasahan areal lahan gambut harus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ke bakaran.

Sayuti mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi ter kait, terutama Badan Pe nanggulangan Bencana Dae rah (BPBD) untuk pelaksanaan operasi pembasahan lahan gambut. "Tahap awal operasi akan dilakukan pada kawasan gambut rawan kekering an dan kebakaran di sekitar Bandara Syamsuddin Noor, Kota Banjarbaru."

Operasi pembasahan dilakukan dengan cara penyemprot an menggunakan sumber air dari sumur bor dan mesin pompa serta mesin apung. Namun, ada kendala yang harus dihadapi, yakni sebagian sumur bor yang dibangun pada 2016 itu tidak berfungsi karena rusak.

"Selain itu, rencana pembangunan dua tower air di areal gambut sekitar bandara juga batal dilaksanakan karena keterbatasan anggaran," ungkapnya. Pada tahun lalu, sekitar 2.500 hektare lahan gambut di provinsi ini terbakar. Total luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 7.000-an hek tare.

Kalsel sudah menetapkan status siaga darurat sejak 1 Juli dan berakhir 30 November. Sampai kemarin, titik panas yang terpantau sudah mencapai 332 lokasi. Brigadir Jenderal TNI Jauhari Agus Suraji juga sudah menyiapakan anak buahnya. Ko mandan Korem 044/Gapo itu menyatakan 1.228 tentara akan membantu melawan api di 10 kabupaten di Sumatra Selatan.

"Prajurit sudah kami sebar ke seluruh kabupaten yang rawan karhutla. Tidak hanya fokus pada penanganan karhutla, mereka juga bertugas menyosialisasikan agar warga menjaga lahan sehingga tidak terbakar," ujarnya.

Sumatra Selatan sudah menetapkan status siaga tanggap darurat bencana asap pada 20 Mei dan berlaku hingga 31 Oktober. "Ribuan anggota TNI juga bertugas membantu menjaga lahan agar tidak ter bakar, termasuk yang dilakukan secara sengaja oleh pi hak-pihak mana pun," sambung Jauhari.

Sementara itu, Polda Jambi bersama PT Telkom juga bersiap memasang puluhan CCTV di kawasan hutan lindung, area konsesi korporasi perkebunan, dan perusahaan kehutanan di kawasan gambut.

"Kami akan jaga. Kami tidak ingin ada kebakaran di lahan dan hutan," janji Kapolda Irjen Firman Shantyabudi. Kebakaran dilaporkan sudah terjadi di Nusa Tenggara Timur. "Ada dua titik, yakni di Pulau Lembata dan Sumba Tengah. Sehari sebelumnya, ada delapan titik di Pulau Sum ba," kata Kabid Pengendalian, Dinas Kehutanan, Johan Loban. (DY/DW/SL/PO/LD/RF/MY/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya