Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN es balok di Padang, Sumatra Barat, terus meningkat dari hari ke hari, terutama bagi para nelayan. Es balok dibutuhkan nelayan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan.
"Saat ini kita kekurangan sekitar 30 ton es balok per harinya," jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Padang, Guswardi, Minggu (5/7).
Untuk menutupi kekurangan es balok, Pemko Padang menjalin kerja sama dengan Koperasi Saudagar Minang Raya. Koperasi ini nantinya mendirikan pabrik es balok.
"Kami menjalin kerjasama dengan Koperasi Saudagar Minang Raya. Kita harapkan dapat menutupi kekurangan (es balok) selama ini," tutur Guswardi.
Saat ini DKP Kota Padang mengoperasikan dua pabrik es balok yang berkapasitas masing-masing 15 ton dan 30 ton per hari. Adapun kebutuhan es balok untuk nelayan di Padang mencapai 75 ton setiap harinya.
"Artinya kita kekurangan 30 ton sehari. Mudah-mudahan pabrik es balok akan menutupi semuanya," bebernya. (P-2)
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved