Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TERIKNYA matahari tak membuat beberapa pengunjung pondok-pondok kecil sekitar hutan mangrove di kampung itu merasa jerih berlama-lama duduk di dalam. Mereka tampak tetap santai menikmati keelokan suasana sekitar dan semilir angin yang berembus dari hutan mangrove.
Mereka juga seperti tidak terganggu dengan kegaduhan kecil di pondok terujung. Saat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kampung Wisata Ramah Anak tersebut mendeklarasikan pembentukan dirinya pada Rabu (10/6) siang.
Lokasi wisata ini berada di wilayah Lingkungan XII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Hanya memakan waktu sekitar 10 menit dari Pelabuhan Belawan.
Sebelum masuk ke lokasi, pengunjung akan melalui gang yang di sisi kanan terdapat tembok berwarna warni. Bukan hanya tembok, rumah-rumah warga yang berada di lokasi wisata juga berwarna warni.
Begitu juga dengan pondok-pondok kayu yang berhadapan sekitar tiga meter dari rumah warga. Penuh warna-warni. Satu pondok bisa dikunjungi hingga lima orang secara bersamaan.
Pada kayu-kayu penyangga pondok tergantung pot-pot beraneka ragam tanaman bunga. Menariknya, tidak ada pungutan biaya sepeser pun di lokasi wisata ini.
Keelokan suasana kian bertambah bila pengunjung melayangkan pandangannya ke luar. Di sana terhampar hutan mangrove yang tepiannya hanya berjarak sekitar 15 meter dari pondok.
Sangat kental suasana alam pesisir, apalagi pondok-pondok itu berdiri di atas air payau. Sesekali, ikan dan hewan-hewan reptil kecil melompat ke atas permukaan air.
Tak heran jika kawasan ini pernah meraih Juara III PKK Kota Medan dan penganugerahan Kampung Wisata Ramah Anak tingkat Sumatera Utara.
Fatimah Zuhra, VP Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), atau Pelindo 1, menuturkan sejak beberapa waktu lalu pihaknya getol menggiatkan pengembangan kawasan wisata itu. Bersama dengan Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan (FK PUSPA), mereka telah melakukan berbagai program.
Seperti kegiatan penghijauan melalui pertanian hidroponik, menyediakan fasilitas rumah baca, mengembangkan program usaha ternak lele dan batik daun ecoprint, dan program layanan kesehatan, termasuk untuk penanggulangan Covid-19.
Selain itu, Pelindo 1 juga membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di sana sebagai upaya pengembangan masyarakat untuk lebih peduli dalam membangun kampungnya. Yakni menjadi kampung wisata yang mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar.
"Kampung Ramah Anak di Belawan Bahari ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata di Kota Medan. Sehingga Pelindo 1 hadir untuk mendukung kampung ini menjadi kampung wisata dengan membangun sarana dan mengembangkan potensi SDM yang salah satunya dengan membentuk Pokdarwis," terang Fatimah.
Pengembangan kampung ini akan dilakukan dengan menata kawasan dan menyiapkan tenaga pemandu yang kompeten serta memanfaatkan sumber daya alam untuk dijadikan cinderamata dan kuliner.
Kemudian juga dengan menyediakan layanan transportasi, seperti perahu, untuk mengitari sungai, serta edukasi dengan menyediakan homestay agar para wisatawan dapat melihat aktivitas dan kehidupan masyarakat sekitar.
"Kami juga akan memberikan pelatihan kepada para pengurus Pokdarwis seperti mengembangkan batik daun, kerajinan kulit kerang, bahkan digital marketing untuk memasarkan produk dan kampung ini," tambahnya.
VP Public Relations Pelindo 1 Fiona Sari Utami menambahkan, dukungan Pelindo 1 dalam mengembangkan kampung wisata ramah anak ini menjadi salah satu wujud kepedulian mereka melalui program Bina Lingkungan.
"Kami akan terus berkomitmen untuk terus memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerja, khususnya wilayah Belawan. Kami ingin agar kemajuan Pelindo 1 akan selalu diiringi dengan meningkatknya kesejahteraan masyarakat," ujarnya.(Yp/OL-09)
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved