Minggu 17 Mei 2020, 07:27 WIB

Kalsel Gelar Rapid Test Massal, Ratusan Orang Reaktif

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Gelar Rapid Test Massal, Ratusan Orang Reaktif

Mi/Denny Susanto
Rapid test di Kalimantan Selatan.

 

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Gugus Tugas Kota Banjarmasin menggelar rapid test massal terhadap lebih 1.000 pedagang dan pengunjung pasar serta pusat perbelanjaan di wilayah Kota Banjarmasin. Kasus positif covid-19 di Kalsel terus bertambah mencapai 368 kasus.

Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, Minggu (17/6), mengatakan rapid test massal dilakukan menyusul terus bermunculannya kasus positif covid-19 di wilayah Kalsel.

"Rapid test kita lakukan di daerah zona merah. Di Banjarmasin, sejumlah lokasi pasar dan pusat perdagangan merupakan zona merah penyebaran virus korona," ungkapnya.

Baca juga: Babinsa Ini Sisihkan Tunjangan untuk Bantu Warga Kurang Mampu

Rapid test massal itu digelar pada Sabtu (16/5) dengan lokasi meliputi enam pasar dan pusat perbelanjaan di Kota Banjarmasin yaitu Pasar
Lima, Pasar Sudimampir, Pasar Lokasi, Pasar Pekauman, Pasar Binjai, dan Pasar Lama.

Dari 1.500 rapid test yang disiapkan tim gugus tugas, ada 1.361 pedagang dan pengunjung yang mejalani rapid test dengan hasil 129 orang atau 9,5% reaktif.

"Mereka yang reaktif ini sudah kita data dan sambil menunggu hasil swap selanjutnya mereka akan menjalani karantina khusus oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Jika nantinya hasilnya positif terpapar virus korona, akan diambil alih provinsi untuk menjalani karantina khusus," tegasnya.

Lebih jauh dikatakan Hanif, jika melihat prevelensi hasil rapid test ini, patut diwaspadai adanya potensi kasus virus korona lebih besar, mengingat jumlah penduduk Banjarmasin mencapai 700 ribu orang lebih.

"Karena itu tidak ada jalan lain masyarakat harus disiplin mentaati protokol kesehatan," ujarnya.

Sebelumnya, muncul beberapa kasus positif virus korona di kawasan pasar seperti Sentra Antasari dengan 46 pedagang reaktif saat dilakukan rapid test atau disebut klaster Antasari.

Sempat terjadi protes dari kelompok pedagang kepada Pemko Banjarmasin yang merasa keberatan jika pasar ditutup dan kebijakan PSBB tahap dua karena dinilai merugikan.

Kemudian kasus korona muncul di kawasan Pasar Lima. Bahkan ada 20 orang pegawai di lingkungan Pemko Banjarmasin juga menunjukkan hasil
reaktif saat dilakukan rapid test.

Pada bagian lain, hingga Minggu (17/5) pagi, jumlah kasus positif virus korona di Kalsel sudah mencapai 368 kasus atau bertambah 47 kasus
dari hari sebelumnya.

Ada 263 orang kini dalam perawatan di rumah sakit maupun karantina khusus di berbagai kabupaten/kota di Kalsel. Sejauh ini penderita korona yang berhasil sembuh sebanyak 69 orang dan 36 orang meninggal dunia.

"Kasus positif korona terbanyak ada di Kota Banjarmasin yaitu 132 kasus disusul Kabupaten Tanah Bumbu 52 kasus dan Kabupaten Barito Kuala
51 kasus. Bersama Kota Banjarbaru, wilayah-wilayah ini merupakan zona merah penyebaran virus korona," tutur Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Survei: Pasangan Jarot-Mokhlis Unggul di Pilkada Sumbawa

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 22:55 WIB
Pasalnya, pasangan ini terus mengalami kenaikan sampai teratas hingga menyalip elektabilitas Moh-Novi yang mengalami stagnasi...
Ist

Beri Solusi, Pengamat Nilai Machfud Arifin-Mujiaman Menang Debat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 22:37 WIB
Prof.Kacung Marijan juga mengatakan jika paslon Machfud Arifin-Mujiaman memiliki solusi nyata untuk mengatasi berbagai persoalan warga Kota...
MI/Heri Susetyo

Memasuki Minggu Tenang, Operasi Masker Gencar Dilakukan

👤Heri Susetyo 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 22:25 WIB
Selama minggu tenang Kapolres Sidoarjo mengajak masyarakat menjaga keamanan dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya