Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyatakan hasil swab 53 tenaga kesehatan rumah sakit tersebut dinyatakan negatif covid-19.
"Swab itu sendiri dilakukan pada Senin dan Selasa lalu," kata Banu, Jumat (1/5).
Melalui rilis tertulis, Banu mengatakan, dengan hasil negatif tersebut, ke-53 tenaga kesehatan RSUP Dr Sardjito yang sebelumnya menjalani isolasi dapat kembali beraktivitas melayani pasien.
Baca juga: Terdampak Covid-19, Pekerja Harian Lepas Klaten Dapat Sembako
"Dengan hasil swab negatif tersebut, maka sejumlah tenaga medis yang sebelumnya dirumahkan, saat ini sudah kembali beraktivitas melakukan pengabdian melayani masyarakat di rumah sakit," kata Banu.
Sebelumnya, ke-53 tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, pramuhusada, hingga petugas kebersihan (cleaning service), harus menjalani swab dan isolasi setelah kontak dengan pasien positif covid-19 yang tidak jujur.
"Mereka ini sebenarnya bukan tenaga kesehatan yang bersinggungan dengan penanganan pasien covid-19," jelas Banu.
Pasien dengan keluhan non-covid-19 yang dirawat inap di salah satu instalasi di RSUP Dr Sardjito ini saat pertama masuk, petugas tim medis telah melakukan rapid tes. Terhadap rapid tes tersebut menunjukkan hasil negatif.
Dalam perawatan tersebut, pasien ini ditunggu oleh suaminya.
"Setelah beberapa hari menjalani perawatan inap, anak pasien bercerita bahwa bapaknya yang selama ini menunggui ibunya (pasien) masuk ke salah satu rumah sakit di Sleman dengan rapid dan swab positif covid-19," jelas Banu.
Selanjutnya kata Banu, pasien yang di RSUP Dr Sardjito, dilakukan rapid tes kedua dengan hasil reaktif dan selanjutnya rumah sakit melakukan swab yang hasilnya positif covid-19.
"Hasil itu keluar pada Kamis (23/4) dan langsung dipindahkan ke ruang perawatan isolasi covid-19," ujarnya.
Dari penelusuran informasi lebih lanjut kepada pasien dan keluarga, didapatkan keterangan bahwa suami pasien sempat satu mobil dengan pasien positif sebelumnya di DIY.
Saat ini jelas Banu, kondisi pasien tersebut telah membaik dan bahkan tidak lagi menunjukkan adanya gejala covid-19 dan hasil swab kedua dinyatakan negatif.
"Pasien tersebut tinggal menunggu hasil tes swab berikutnya, semoga saja hasilnya negatif," kata Banu. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved