Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 tak menghalangi tekad petani di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk panen perdana seluas tiga hektar dipimpin Bupati Herwin Yatim di Sentral Sari, Kecamatan Toili.
"Panen padi akan terus berlangsung hingga akhir Mei mendatang. Petani Banggai tetap semangat meski di tengah pandemi Covid-19. Hal terpenting adalah patuhi Protokol Kesehatan," kata Bupati Herwin Yatim yang didampingi para pejabat dari musyawarah pimpinan kabupaten (Muspika) Banggai dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (29/4).
Penyuluh pusat di Kementerian Pertanian RI, Inang Sariyati selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Sulteng menyatakan seruan tersebut, sejalan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
"Petani dan penyuluh dan pemangku kepentingan selama berada di lapangan wajib mengenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan sering cuci tangan pakai sabun untuk menangkal Corona," kata Mentan Syahrul seperti dikutip Inang Sariyati.
Koordinator BPP Toili, Albin mengatakan bahwa panen di Sentral Sari dilakukan kelompok tani [Poktan] Sumber Tani seluas tiga hektar dari potensi panen 25 hektar. Varietas yang dipanen adalah Ciherang sekitar tujuh ton per hektar. Sementara harga beras di pasaran lokal Rp11.000 per kg sedangkan di penggilingan dihargai maksimal Rp9.000 per kg.
Menurutnya luas panen di seluruh Kecamatan Toili saat ini sekitar 120 hektar tersebar di Desa Mansahang, Rusa Kencana, Cendana Pura dan Saribuana, dengan produktifitas rata-rata enam ton per hektar.
Kepala BPPSDMP Kementan Prof Dedi Nursyamsi mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian yang setia mendampingi petani di lapangan.
"Panen padi sangat krusial untuk membuktikan bahwa pertanian Indonesia tetap produktif. Pangan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah krisis Covid-19," kata Prof Dedi Nursyamsi. (OL-13)
Baca Juga : Dampak Korona, PT Pelni Diprediksi Rugian Rp862 Miliar
Baca Juga: Covid hingga Lockdown Jadi Nama Bayi di Tengah Pandemi
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved