Rabu 08 April 2020, 08:53 WIB

Polda Kalbar Proses 4 Dugaan Penyebar Berita Hoaks Covid-19

Antara | Nusantara
Polda Kalbar Proses 4 Dugaan Penyebar Berita Hoaks Covid-19

ANTARA FOTO/Adnan Nanda
Warga menunjukkan aplikasi situs patrolisiber.id. Situs tersebut dibuat untuk menampung aduan kejahatan siber dan berita hoaks.

 

KABID Humas Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Donny Charles Go, menyatakan, saat ini Subdit Siber Crime Polda Kalimantan Barat bersama Polres jajaran sedang memproses empat dugaan penyebaran informasi hoaks yang beredar di media sosial di Kalimantan Barat.
  
"Sampai dengan saat ini, sudah ada empat Laporan Polisi (LP) yang masuk ke kami. LP itu terkait penyebaran berita hoaks tentang informasi Corona Virus Disease atau Covid-19. Di antaranya di Polres Singkawang dan Polres Ketapang dengan masing-masing dua LP sehingga semuanya ada empat LP," kata Donny di Pontianak, Rabu (8/4)
  
Ia mengatakan, akibat postingan yang tidak mendasar dan cenderung merupakan informasi bohong maka para pelaku dapat dijerat dengan UU ITE. 

"Pertama untuk dua kasus di Singkawang, kita amankan dua orang yang dengan sengaja memposting di halaman medsos pribadinya mengenai adanya pasien terduga korona di RSUD Abdul Azis, yang di-posting 27 Februari lalu," lanjutnya.

Kemudian lanjutnya, dua kasus lagi di Ketapang, yaitu postingan informasi mengenai adanya pasien WNA yang suspect Covid-19 di RS Agus Djam, dan satunya lagi mengenai informasi hoaks virus Covid-19 sudah masuk di sebuah Kecamatan di Ketapang. Menurut Donny, dengan adanya surat telegram Kapolri mengenai penindakan terhadap penyebar hoaks di tengah pandemik Covid-19, sehingga masyarakat diimbau jangan menyebarkan informasi-informasi hoaks.
  
"Untuk itu kami telah memperketat patroli di media sosial. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat luas sehingga tidak menimbulkan kepanikan pada masyarakat," ujar Donny. 

baca juga: Pemkab Magelang Alokasikan Dana Rp44,7 Miliar Untuk Covid-19
  
Ia menambahkan jika terbukti telah menyebarkan berita hoaks, berdasarkan pasal 14 ayat (1) UU ITE, maka para pelaku ini dapat terancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara. (OL-3)
  

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Pemkot Medan Ingatkan Warga tak Beli Minyak Goreng Lebih dari 2 Liter

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 28 Januari 2022, 22:19 WIB
Pembelian dalam skala besar atau melebihi kebutuhan akan mengakibatkan stok cepat habis dan memicu kelangkaan barang di...
dok.pribadi

Sengketa dengan Bupati Kobar, Advokat Diminta Keterangan Itjen Kementerian ATR/BPN

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 21:26 WIB
SENGKETA lahan antara Bupati Kobar, Kalteng dengan Nurhidayah dengan ahli waris almarhum mantan ASN Distanak Palangkaraya, Brata Ruswanda...
Medcom.id.

Mantan Guru Honorer yang Bakar SMPN 1 Cikelet Dibebaskan

👤Kristiadi 🕔Jumat 28 Januari 2022, 20:32 WIB
Berkaitan dengan pemenuhan honor guru itu, pihaknya mengembalikan ke Dinas Pendidikan dan sekolah tempat bersangkutan pernah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya