Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
WALIi Kota FX Hadi Rudyatmo menegaskan bahwa Kota Solo belum terbebas dari wabah virus korona (Covid-19). Infomasi yang menyebut kalau Solo sudah bebas dari korona hoax alias tidak benar.
"Jangan dipelintir bahwa Solo sudah bebas dari korona. Kalo yang positif di rawat di RSUD Moewardi memang sudah tidak ada, tapi sampai hari ini PDP masih tambah, demikian juga ODP. Jadi warga tetap harus waspada," tegas Wali kota berkumis itu saat jumpa wartawan di Balaikota Solo, Kamis sore (2/4).
Menurut dia, masyarakat memang harus tetap waspada terhadap wabah korona ini, dan masih harus ketat menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Lebih baik tinggal di rumah jika tidak ada keperluan yang sangat penting, jaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun.
"Yang lebih bagus lagi, hendaknya warga juga menghimbau kepada familinya yang berada di wilayah zona merah sebaiknya bertahan, karena pulang ke Solo pun pasti langsung di karantina 14 hari," tegas Rudy didamping Sekda Ahyani.
Hingga Kamis (2/4) pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah dua, sehingga total ada 34 orang, dengan rincian dirawat di rumah sakit 15, sembuh 14 orang dan meninggal lima orang.
Sementara itu untuk orang dalam pengawasan (ODP) juga bertambah tiga orang sehingga keseluruhan ada 235 orang, dengan rincian dirawat di sejumlah rumah sakit ada 140 orang, lalu di puskesmas sebanyak 95 orang.
"Terkait ODP ini sebarannya meliputi 31 kelurahan, terbanyak adalah kelurahan Mojosongo. Tapi yang bebas dari pantauan karena yang dinyatakan tidak terpapar pun meningkat dari 26 menjadi 40 orang," imbuh dia lagi.
Pada bagian lain juga dijelaskan tentang kesiapan tiga lokasi yang akan dipergunakan untuk mengisolasi ODP dan juga para perantau yang nekat pulang.Tiga lokasi yang disiapkan adalah Gedung Graha Saba Sriwedari untum perantau dan Ndalem Joyokusuman dan Priyo Suhartan untuk barisan ODP. (OL-13)
Baca Juga: Cegah Covid-19 Warga Binaan Dibebaskan
Baca Juga: Tiongkok Harap Bisa Uji Coba Vaksin Virus Korona di Negara Lain
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved