Rabu 01 April 2020, 06:21 WIB

Industri Rumahan di Tabanan Kebanjiran Order Bilik Disinfektan

Antara | Nusantara
Industri Rumahan di Tabanan Kebanjiran Order Bilik Disinfektan

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pekerja menyelesaikan pembuatan bilik penyemprotan disinfektan yang merupakan industri rumahan di Tabanan, Bali, Senin (30/3/2020

 

USAHA industri rumahan (home industri) membuat bilik disinfektan yang dilakukan puluhan warga Tabanan dengan menggunakan sensor otomatis, kebanjiran orderan. Hingga saat ini usaha tersebut telah menerima pesanan dari sembilan kabupaten/kota di Bali terkait upaya antisipasi virus korona. 
  
"Bilik-bilik ini nantinya digunakan sebagai alat sterilisasi covid-19," kata pembuat bilik disinfektan, I Gusti Ngurah Adnyana, saat ditemui di kawasan Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (31/3).

Ia menjelaskan ide awal membuat bilik yang terbuat dari tiang besi dan diberi plastik pengaman itu terinspiarsi dari bilik yang dilihatnya pada tayangan televisi di Provinsi Surabaya.
  
"Untuk membuat satu bilik disinfektan menghabiskan biaya antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta dengan biaya modal tersebut kami menjual bilik tersebut per-unitnya antara Rp3 juta hingga Rp7 juta," ujarnya.
  
Selama empat hari membuka usaha industri rumahan ini, pihaknya telah mengerjakan pembuatan bilik disinfektan ini sebanyak 200 bilik yang nantinya akan disebarkan di seluruh kabupaten di Pulau Dewata itu.
  
"Dari pembuatan dan penyebaran bilik ini tidak hanya ditempatkan di Kabupaten Tabanan, bilik disinfektan ini telah tersebar ke beberapa kabupaten lain di Bali, seperti Gianyar, Denpasar dan Klungkung," tambah Adnyana.
 
I Gusti Ngurah Adnyana menambahkan dengan adanya bilik disinfektan ini diharapkan masyarakat bisa merasa lebih aman berkunjung ke area publik seperti pasar.  Sebelumnya (29/3), perajin yang tergabung dalam Asosiasi Bordir, Endek dan Songket (Asbest) Kota Denpasar, Bali, memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa masker untuk membantu atasi kelangkaan di tengah wabah virus corona penyebab covid-19
  
Ketua Umum Asbest Kota Denpasar, Ni Wayan Ria Mariani menjelaskan kelangkaan APD, khususnya masker membuat harga di pasaran semakin melonjak. Guna mengurangi beban masyarakat dan memastikan ketersediaan masker, UKM yang tergabung dalam Asbest ikut andil memproduksi masker berbahan kain. Organisasi 50 usaha kecil menengah (UKM) di Kota Denpasar itu memproduksi sedikitnya 150 masker per hari dari satu UKM.

baca juga: Pemprov Jabar Manfaatkan Drone Untuk Cegah Covid-19
  
"Tujuan awal hanya membantu teman-teman di Asbest agar tenaga kerja tidak banyak dirumahkan, karyawan ada kerjaan dengan situasi seperti ini semua anggota tetap bisa berbuat sesuatu dan tidak diam, apalagi dengan semakin langkanya masker di pasaran sementara kalau perajin mengerti bahan yang nyaman. Selain memang memiliki tenaga jahit maka timbul ide untuk membuat masker dari bahan kain," ujarnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Widjajadi

Takbir Keliling Terjadi di Kawasan Dalam Benteng Keraton Surakarta

👤Widjajadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 00:06 WIB
Usai salat tarawih, Rabu (12/5), jemaah masjid di kawasan permukiman Baluwarti yang berada di dalam benteng Keraton Surakarta melakukan...
ANTARA/Raisan Al Farisi

Sengketa Ketenagakerjaan, PT Masterindo Jaya Abadi Ajukan Kasasi

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 12 Mei 2021, 22:55 WIB
Perusahaan sudah mengajukan kasasi ke MA karena ada diktum yang tak...
Antara

Jelang Lebaran, 431 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:36 WIB
Hingga Selasa (11/05), tercatat total 519 kendaraan yang diputarbalikan dari 3.840 kendaraan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya