Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Lampung mengalami peningkatan signifikan selama 2020. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat, per Februari 2020 terdapat 1.406 kasus. Jumlah tersebut naik drastis dibanding Januari yang hanya 1.066 kasus.
Kepala Bidang Promosi Kesehatan Media, Lisna merinci ada 5 kabupaten/kota di Lampung dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yaitu Lampung Selatan 408 kasus, Lampung Tengah 212 kasus, Lampung Timur 203 kasus, Pringsewu 129 kasus, dan Kota Bandar Lampung 70 kasus.
Menurut Lisna, peningkatan kasus DBD terjadi akibat bertepatan dengan musim penghujan. "Setiap memasuki musim hujan kasus DBD memang selalu meningkat," kata Lisna di Bandar Lampung, Jumat (13/3).
Meski begitu, menurut Lisna, angka kematian akibat DBD di Lampung masih terbilang rendah. Hingga saat ini hanya tercatat 10 kasus kematian. Sebanyak lima kematian pada Januari dan lima kematian di Februari.
"Artinya kita sudah melakukan penanganan yang baik sehingga dapat menekan angka kematian akibat DBD," ujarnya.
Pada 2019 lalu, kasus DBD di Lampung mencapai angka 5.592 kasus. Sedangkan angka kematian akibat DBD sebanyak 17 kasus.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengaku telah melakukan berbagai upaya ekstra untuk menekan penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti itu.
Kepala Dinas Provinsi Lampung Reihana mengatakan jajarannya mengoptimalkan pemberantasan jentik nyamuk untuk meredam merebaknya DBD, khususnya dengan menerapkan 3M Plus.
''Kami terus mengajak masyarakat memberantas sarang nyamuk dengan 3M Plus (menutup, menguras, mengubur) plus jangan menggantung pakaian di balik pintu karena nyamuk senang bersembunyi di sana,'' kata Reihana.
Pihaknya, lanjut Reihana, juga terus melakukan koordinasi dengan dinkes kabupaten/kota dalam meningkatkan antisipasi penyakit yang merebak saat musim hujan ini. (OL-2)
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved