Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pemkab Garut Melakukan Pengawasan terhadap WNA

Kristiadi
13/3/2020 10:09
Pemkab Garut Melakukan Pengawasan terhadap WNA
Bupati Garut, Helmi Budiman melakukan peninjauan ruangan isolasikhusus di Gedung Puspa Utama RSU dr Slamet Garut.(MI/Adi Kristiadi)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih berupaya tetap melakukan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang berasal dari negara Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel). Selain itu, Pemkab Garut juga memantau warga khususnya yang baru pulang dari luar negeri. Ini merupakan antisipasi pencegahan penyebaran virus korona.

"Kami akan berupaya melakukan pengawasan terhadap WNA karena penyebaran tersebar itu berada di negara tersebut. Namun, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan selama ini juga tetap memantau WNI yang baru pulang dari luar negeri, seperti halnya Korea dan Tiongkok," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Jumat (13/3).

Dalam mengawasi WNA dan WNI yang baru pulang dari Negara Tiongkok dan Korea, imbuh Helmi, memang tugas pemerintah pusat. Namun, dalam melakukan pengawasan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi, Dinas Kesehatan, dan intansi lainnya.

Baca juga: Jabar Tetapkan Siaga Satu Hadapi Korona

"Saat ini kita melakukan koordinasi dengan pusat supaya hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Karena selain pengawasan, kami juga akan melakukan pembatasan, seperti pengeluaran izin keramaian mengingat penyebaran virus korona ini sudah masuk ke Indonesia. Hanya saja sekarang ini kami belum membatasi pengeluaran izin keramaian, masih dipertimbangkan," ujarnya.

Menurut Helmi, pembatasan izin keramaian akan dilakukan setelah salah satu warga Garut terpapar virus hingga Rumah Sakit Umum dr Slamet merujuknya ke RSHS Bandung. Warga yang memiliki riwayat pernah bekerja di Macau, Tiongkok, kata Helmi, akhirnya masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).  

"Kami berharap tidak ada lagi kasus tersebut di Garut. Langkah yang dilakukan Pemkab Garut adalah menyediakan ruang isolasi khusus. Sedangkan, dinas kesehatan sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan sosialiasi terhadap masyarakat melalui Puskesmas agar masyarakat menjaga kesehatan tubuhnya," papar Helmi. (OL-14)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bude
Berita Lainnya