Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Temanggung Belum Punya Anggaran APD COVID-19

Tosiani
12/3/2020 12:00
Temanggung Belum Punya Anggaran APD COVID-19
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim.(MI/Tosiani)

Hingga saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) belum mendapat anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) kelengkapan alat perlindungan diri (APD) petugas kesehatan untuk menangani COVID-19. Oleh karena itu, untuk sementara waktu petugas kesehatan akan menggunakan APD yang tersisa dari penanganan flu burung.

"Terkait penambahan sarpras kelengkapan APD, kita belum ada karena baru revisi anggaran. Kita masih punya stok APD dari flu burung, sehingga kita gunakan dulu," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim di Dinkes Temanggung, Kamis (12/3).

Baca juga: Temanggung Siapkan Langkah Antisipasi Covid-19

Khabib menyebutkan sarpras sisa penanganan flu burung yang masih ada, di antaranya baju cover atau hazmat suit untuk cover APD. Sementara stok masker N95 masih ada 500 unit untuk buffer stock. Jika nantinya ada peningkatan kasus korona di wilayah Temanggung, maka stok kelengkapan APD akan ditambah lagi.

"Yang untuk rumah sakit sudah diberi sesuai permintaan untuk petugas kesehatan yang bertugas di sekitar ruang isolasi," katanya.

Namun demikian, lanjut Khabib, pihak Dinkes Provinsi Jateng telah memberi tahunya melalui pesan whats app agar Dinkes Kabupaten mengajukan permintaan APD yang dibutuhkan. "Sejumlah APD yang kita minta ke provinsi, antara lain masker bedah, masker N95, sarung tangan non steril, dan sarung tangan steril," jelas Khabib.

Permintaan lainnya yang diajukan ialah sepatu boot, sarung tangan panjang, kacamata plastik, dan baju cover APD.

"Semua APD itu dibutuhkan untuk petugas kesehatan, terutama yang bertugas di dekat ruang isolasi agar jangan sampai tertular dari pasien," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bude
Berita Lainnya