Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Dul, 40 nelayan Parit Padang Sungailiat Kabupaten Bangka, yang dikabarkan hilang saat melaut di perairan Rebo Bangka, Minggu (23/2) malam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa mengatakan tim gabungan terdiri dari TRC BPBD
Bangka, provinsi, Basarnas, Laskar Sekaban, Polair dan nelayan terus melakukan pencarian nelayan yang hilang melaut di perairan Rebo Bangka kemarin.
"Pagi ini tim gabungan dengan perahu ruber dan perahu nelayan melanjutkan pencarian, setelah semalam pencarian hingga 03.00 WIB belum membuahkan hasil," kata Mikron, Senin (24/2).
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban atas nama Dul alias Dul Congek melaut pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dengan perahu kolek 9,5 PK. Namun hingga malam korban belum juga pulang.
"Menurut keluarga korban, setiap melaut pagi, sore pasti pulang. Namun minggu kemarin hingga malam hari belum juga pulang sedangkan ponsel korban ketika dihubungi tidak aktif. Takut terjadi apa-apa makanya keluarga korban melapor ke BPBD," ujarnya.
Kuat dugaan menurut Mikron, korban hilang melaut, lantaran berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di perairan Babel saat ini sedang ekstrem.
baca juga: DKPP Gelar Sidang Pemeriksaan KPU Sumut
"Cuaca di perairan kita ekstrem, ketinggian golombang maksimal 2-2,5 meter. Kita minta nelayan untuk tetap waspada melaut," terang Mikron.
Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Muhammad Ansori mengaku pihaknya bersama nelayan minggu malam hingga dini hari sudah melakukan pencarian, tapi korban belum ditemukan. Hari ini pencarian dilanjutkan. (OL-3)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved