Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas 28 produk komoditas pertanian senilai total Rp79,6 miliar. Produk pertanian tersebut dikirim melalui tiga kantor karantina pertanian di Sumatra Utara (Sumut), yakni Belawan, Kualanamu, dan Tanjungbalai.
Tujuan pengiriman produk tersebut adalah ke 28 negara tujuan. Ini menjadi bagian dari hasil program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang dijalankan Kementrian Pertanian.
"Hari ini kita melepas ekspor untuk mengatakan bahwa seluruh provinsi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk komoditas ekspor
pertanian," ujarnya saat Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Sumatera Utara di Lapangan Kawasan Industri Medan (KIM) IV, Medan, Kamis (20/2) sore.
Pada kesempatan itu dia meminta agar dalam lima tahun ke depan kinerja ekspor komoditas pertanian harus digenjot hingga tiga kali lipat dari
tahun-tahun sebelumnya.
Syahrul Yasin Limpo (SYL) optimistis hal itu dapat direalisasikan. Pasalnya dari tahun 2018 sampai 2019 saja peningkatan ekspor komoditas pertanian dari Sumut mencapai hampir 25 persen.
Tercatat tahun 2018 ekspor komoditas pertanian dari Sumut senilai Rp26,6 triliun. Lalu pada 2019, nilainya mencapai Rp32,2 triliun.
Menurut SYL ini menjadi indikator pembangunan pertanian di Sumut sudah 'on the track', yakni pertanian yang berorientasi ekspor.
Terlebih, lanjutnya, banyak sekali komoditas pertanian Indonesia, termasuk Sumut, sangat diminati pasar dunia. Misalnya kopi. "Itu karena sebagai negara yang berada di garis katulistiwa, Indonesia memiliki berbagai komoditas pertanian yang berbeda atau tidak dimiliki negara lain," lanjutnya.
Komoditas-komoditas yang berbeda itu, menurut SYL, juga dimiliki Sumut. "Sehingga saya yakin provinsi ini akan mampu menjadi lokomotif ekspor pertanian Indonesia," ujar SYL.
Untuk mendorong ekspor, dia memastikan bahwa pemerintah, mulai dari pusat sampai daerah, akan membantu memudahkan kegiatan usaha para eksportir.
Pada acara yang dihadiri sekitar 200 eksportir pertanian Sumut itu Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil mengungkapkan
tidak semua produk berasal dari Sumut. "Ada juga yang berasal dari Sumatra Barat dan Riau. Misalnya komoditas pisang. Namun produk-produk tersebut diekspor melalui Sumut," tutur Ali.
Baca juga: Menteri Pertanian pun Mengaku Kagum
Sesuai peran sebagai otoritas karantina, pihaknya memastikan seluruh produk pertanian yang diekspor dalam kondisi sehat, aman, dan memiliki daya saing di pasar global.
Oleh karena itu, sebagai fasilitator perdagangan, Ali menyebutkan pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan komoditas pertanian ekspor Sumut memenuhi persyaratan teknis internasional atau Sanitary and Phyosanitary (SPS) Measures.
Selain memperkuat sistem penyelenggaraan perkarantinaan, pihaknya juga menyiapkan terobosan dan inovasi layanan ekspor, yaitu penggunaan teknologi informasi dan penguatan sinergisitas serta diplomasi pertanian.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabri mengatakan ragam komoditas yang siap diberangkatkan terdiri atas sub sektor perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan, dan kehutanan. "Komoditas terbesar berupa biji kopi sebanyak 290,7 ton senilai Rp97,3 miliar yang dikirim ke sembilan negara, antara lain Jerman, Amerika, Kanada, Singapura, dan Korea Selatan," tandas Sabri. (OL-14)
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved