Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana, Kamis (13/2), bertolak ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meninjau Taman Nasional Gunung Merapi di Jurang Jero, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan menanam pohon Pulai pada Jumat (14/2).
Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan tiba di Pangkalan TNI AU Adisucipto, Kabupaten Sleman, sekitar pukul 18.25 WIB..
Tampak menyambut Presiden dan Ibu Iriana di Pangkalan TNI AU Adisucipto, yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, dan Kapolda DIY Irjen Polisi Asep Suhendar.
Baca juga: Presiden Jokowi akan Kunjungi Taman Nasional Gunung Merapi
Pada Jumat (14/2), Presiden diagendakan meninjau Taman Nasional Gunung Merapi di Jurang Jero, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
Presiden juga akan menanam pohon Pulai (Alstonia scholaris) bersama masyarakat serta melepaskan burung Elang Jawa.
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam penerbangan menuju Provinsi DIY, antara lain Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman. (OL-1)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved