Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengimbau kepada seluruh warga di wilayah setempat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan.
"Pemkab Banjarnegara kembali mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis.
Dia menjelaskan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air termasuk tingginya curah hujan. Bencana hidrometeorologi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang dan lain sebagainya yang biasanya dipengaruhi oleh perubahan musim.
Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara berpeluang hujan dengan intensitas tinggi hingga beberapa hari ke depan. Menurut dia, peningkatan intensitas hujan akan turut meningkatkan potensi gerakan tanah di wilayah setempat.
Karena itu, kata dia, dibutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan oleh seluruh instansi terkait termasuk juga seluruh masyarakat yang ada di Banjarnegara. "Terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana longsor atau yang bertempat tinggal di atas bukit atau tebing," katanya.
Dia terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mempunyai karakteristik kerentanan gerakan tanah.
Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie mengatakan sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara berpeluang hujan kriteria menengah hingga tinggi pada dasarian kedua bulan Februari.
Dia menyebutkan peluang hujan kriteria menengah hingga tinggi diprakirakan terdapat di wilayah Banjarnegara bagian Timur. "Antara lain di Kecamatan Batur, Pejawaran, Pagentan, Madukara dan lain sebagainya," katanya. (Ant/OL-12)
Tidak ada korban jiwa, tapi jalan penghubung antar Kecamatan tertutup materil tanah longsor dan pohon tumbang
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa kejadian bencana di pekan kedua bulan Agustus 2025. Data tersebut dihimpun pada periode 11 hingga 12 Agustus 2025
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, Rabu malam. Kedua korban pada saat kejadian sedang bermain tenda-tendaan bersama dua anak lainnya.
Ribuan jalan dan bangunan telah rusak dan terendam oleh banjir yang deras di Korea Selatan, dengan laporan kerusakan lahan pertanian dan kematian ternak yang meluas.
Dua orang pekerja bangunan tertimbun longsor saat sedang menggali fondasi rumah di kawasan Padasuka, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (18/7) malam.
Dinas PUPR Depok bersama warga telah melakukan upaya penanganan darurat sementara di beberapa titik.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved