Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Mikron Antariksa mengatakan, setiap musim hujan, sembilan wilayah di Pangkalpinang langganan banjir.
"Masih mengancam Pangkalpinang, karena beberapa titik hanya berselang satu jam hujan deras airnya sudah tergenang, ditambah air laut pasangnya tinggi," kata Mikron, Minggu (9/2).
Ia menyebut sembilan titik kawasan yang masih terancam banjir tersebut yaitu Air Itam, Semabung, Kampung Bintang, Parit Lalang, Gedung Nasional, Rawa Mangun, Kampung Opas, dan Rejo Sari.
Menurutnya, Desember ini belum termasuk musim penghujan sebab intensitas hujan pada bulan itu masih sangat rendah.
Baca juga: Gubernur Babel Klaim Minta 10% Saham PT Timah untuk Kesejahteraan
Ia mengaku, memasuki peralihan musim seperti sekarang ini ada sejumlah bencana alam yang harus diwaspadai, antara lain banjir, angin kencang, dan tumbangnya pohon disebabkan angin kencang.
"Kita ini daerah pesisir memang rawan angin dan banjir, kita juga sudah menyiapkan sejumlah peralatan untuk melakukan penyelamatan nantinya, ada dua perahu karet, dua perahu alumunium, tiga perahu polyethylene," ujarnya.
Sementara, menurutnya, sebanyak 37 personel BPBD Provinisi dan 125 personel Pangkalpinang siap dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan warga jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan angin kencang.
Dia juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan diri, baik meningkatkan kemampuan mitigasi bencana atau pengurangan resiko bencana.
"Untuk di sejumlah lokasi banjir kami sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai jalur evakuasi atau penyelamatan diri ketika terjadinya musibah banjir,"ucap Mikron. (OL-1)
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menyatakan enam kecamatan di wilayah itu diterjang banjir bandang, Rabu (4/3).
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved