Selasa 04 Februari 2020, 17:41 WIB

Pemkab Bandung Barat Desak Pemprov Rehab TPA Sarimukti

Depi Gunawan | Nusantara
Pemkab Bandung Barat Desak Pemprov Rehab TPA Sarimukti

ANTARA
Antrean truk sebelum bongkar muat sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Bandung, Jawa Barat.

 

PEMKAB Bandung Barat mendesak Pemprov Jabar bertanggung jawab merehabilitasi lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti setelah tidak beroperasi pada 2023 mendatang.

"Pemulihan kawasan eks TPA Sarimukti bukan menjadi tanggung jawab kita, melainkan Pemprov Jabar," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko, Selasa (4/2).

Apung menjelaskan, pascakontrak area TPA Sarimukti habis, pihak Perhutani sebagai pemilik lahan tidak akan memberikan izin perpanjangan kontrak. Oleh karena itu, Pemprov Jabar mesti memikirkan solusi agar TPA Sarimukti tidak berimbas negatif terhadap warga sekitar.

"Harus ada jaminan untuk masyarakat sekitar, jangan sampai karena kontraknya habis, menjadi tanggung jawab Perhutani. Enggak bakal mau Perhutani karena kan bisa terjadi berbagai hal, seperti bencana," ujarnya.

Becermin pada peristiwa longsornya TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 yang merenggut 143 korban meninggal dunia serta 137 unit rumah tertimbun longsor, dia mengharapkan Pemprov Jabar tidak lepas tangan.

"Kita menuntut seperti apa ke depannya setelah TPA ditutup, jangan sampai terjadi seperti di Leuwigajah," jelasnya.

Pemprov Jabar sudah menyiapkan lahan pengganti tempat pembuangan akhir sampah untuk wilayah Bandung Raya di TPA Regional Legoknangka di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung yang resmi beroperasi pada 2023 mendatang. Meski demikian, Apung mengaku, sampah yang dihasilkan warga Bandung Barat tidak akan semuanya dibuang ke TPA Regional Legoknangka. Sebab, berdasarkan hasil memorandum of understanding (MoU) dengan Pemprov Jabar, Pemkab Bandung Barat hanya bisa membuang sampah 75 ton per hari ke TPA tersebut.

"Ke Sarimukti, kita hanya membuang sampah 140-145 ton per hari. Sehingga untuk sisanya, kita harus menyiapkan lahan pengganti," ungkapnya.

baca juga: Ratusan Turis Tiongkok di Bali Mulai Konfirmasi Kepulangan

Apung menyebutkan, pilihan lahan pengganti itu di antaranya di Kecamatan Cililin dan Cipatat yang lokasinya tepat berada di samping TPA Sarimukti. Tetapi untuk di Cililin, kemungkinan tidak mungkin bisa karena masyarakat belum terbiasa dengan dampak negatif pembuangan sampah.

"Jadi kemungkinannya, kita mengambil lahan pengganti di Cipatat, terlebih di sana ada lahan milik masyarakat," bebernya. (OL-3)

Baca Juga

Ilustrassi

Gempa Bumi Tektonik M5,2 Guncang Teluk Bintuni Papua Barat

👤Suryani Wandari 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:38 WIB
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sorong II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk...
MI/Hijrah Ibrahim

12.920 Dosis Vaksin Covid-19 Kembali Tiba di Ternate

👤Hijrah Ibrahim 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:32 WIB
Ke-12.920 dosis vaksin yang tiba hari ini akan dibagikan ke delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku...
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot N

Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Capai 12.730 Orang

👤Agus Utantoro 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:32 WIB
Dengan kondisi ini maka case recovery rate atau angka kesembuhan rata-rata di DI Yogyakarta mencapai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya