Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat, jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi selama tahun 2019 mencapai 5,4 juta.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi My Bramuda mengatakan jumlah wisatawan meningkat dibandingkan pada tahun 2018, yang hanya 4,9 juta orang.
"Tadi baru saja kita rilis, untuk kunjungan wisatawan kita di tahun 2019 ada 5,4 juta, kalau untuk tahun 2018 sekitar 4,9 juta," ujar Bram saat ditemui di kantornya, Kamis (16/1).
Bram menjelaskan dari 5,4 juta wisatawan, 400 ribu di antaranya merupakan wisatawan asing yang mayoritas berasal dari Eropa.
"Ada kenaikan 400 ribu untuk mancanegara, yang paling banyak itu dari Eropa," imbuhnya.
Namun, jumlah tersebut tak sesuai target pemerintah Banyuwangi.
"Kenapa, karena memang ada kebakaran di Ijen yang sangat mempengaruhi jumlah wisatawan. Gunung Ijen ini idolanya wisatawan mancanegara," ungkapnya.
Selain kebakaran, bulan Ramadhan juga menjadi salah satu yang mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Tahun ini, lanjut Bram, pemerintah menargetkan kunjugan wisatawan mancanegara meningkat sebesar 200% terutama titik fokus utama pemerintah adalah pasar Asia.
"Kita setiap tahunnya menaikan 10%, kita optimistis jika pasar masuk bisa menaikan 200% pasar Asia ini penduduknya besar, kami yakin tiap minggu pasti bisa mendatangkan kurang lebih sekitar 500 wisatawan," tuturnya.
Baca juga: Banyuwangi Tuan Rumah Liga Selancar Paling Bergengsi Dunia
Selain itu, dengan bertambahnya event festival, pihaknya optimistis kunjungan wisatawan pada tahun 2020 akan semakin meningkat, sehingga dapat mendongkrak ekonomi rakyat.
"Tujuan festival ini kan tidak hanya mendatangkan kunjungan wisatawan tapi mendongkrak ekonomi rakyat. Event kita tahun 2020 ada 123, hampir 30% berbasis kuliner, ada banyak sekali makanan, sehingga ini akan mengangkat ekonomi kreatif rakyat," ungkapnya.
Ia menambahkan jika saat festival berlangsung, makanan dijajakan secara berputar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Dengan belanja bertambah tentu harapannya kita tidak ingin hanya bertambah wisatawan tapi ingin makanan-makanan lokal mendongkrak ekonomi masyarakat," pungkasnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi mencatat 5,4 juta wisatawan tersebut berkunjung di beberapa tempat favorit di antaranya Gunung Ijen, pulau Merah, Grand New Watu Dodol, Djawatan, Bangsring Underwater dan Pantai Cacalan.
"Yang paling favorit untuk mancanegara adalah gunung Ijen, tapi kalau untuk domestik adalah Pulau Merah, kemudian disusul Djawatan, Bangsring Underwater, Watu Dodol dan pantai Cacalan".(OL-5)
Kolaborasi lintas pelaku industri pariwisata dinilai berperan dalam memperluas akses wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi regional.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Sea Walker Mandeh ini inisisasi oleh kelompok masyarakat Konservasi Mandeh Blue Diving yang menawarkan pengalaman baru dalam wisata bahari.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
Selain untuk hiburan, wisata alam juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, serta mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ratusan wisatawan mengunjungi Camping Ground Pinetrees untuk berwisata menyambut Tahun Baru 2026.
Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Bumi Perkemahan Glagah Arum di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur.
Pahami pengertian wisata, jenis-jenisnya, manfaat untuk kesehatan dan pikiran, serta tips merencanakan liburan seru di artikel ini!
Danau Tuo di Nagari Koto Sani, Solok diyakini masyarakat sebagai salah satu yang tertua di antara lima danau di kabupaten tersebut memiliki potensi wisata alam.
Dengan wisata alam, selain cocok untuk self healing juga bisa menambah wawasan tentang ekosistem dan lingkungan, melatih fisik lewat aktivitas luar ruangan, serta meningkatkan kepedulian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved