Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA dramatis sempat mewarnai kedatangan Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah ke lokasi bencana banjir bandang di Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kecamatan Na IX-X, Minggu (29/12/2019). Jika saja sejumlah orang yang mendampinginya tidak sigap, termasuk seorang anggota polisi, bisa jadi sang Bupati sudah hanyut terseret arus air kuat yang masih melintasi daerah tersebut.
Suasana itu terlihat dari cuplikan video akun media sosial Facebook @fachrucal, tadi malam. Dalam tayangan video, Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) yang akrab dipanggil Haji Buyung sempat jatuh ke air setelah terpeleset dari jembatan tali. Haji Buyung terlihat tidak dapat mempertahankan keseimbangannya saat ia dan rombongan melintasi jembatan tali, satu per satu. Seketika ia jatuh ke aliran air, tetapi tidak langsung hanyut karena masih memegang tali bagian atas.
Kontan sejumlah orang yang mendampinginya menyeburkan diri ke air dan merapat ke Haji Buyung. Saat Bupati mulai goyah diterpa arus yang kuat, orang-orang tersebut segera mendekap dan menariknya ke pinggir. Seorang petugas polisi tampak menjadi orang yang paling lekat merangkul dan membawa Bupati ke pinggir sungai. Setelah kondisi sudah terkendali, Haji Buyung kembali melanjutkan kunjungannya. Seorang ibu paruh baya terlihat menyalami Bupati sambil menangis.
"Saya datang ke sini memang untuk menolong bu," ujar Haji Buyung merespons sang ibu.
Dalam video singkat berdurasi 1 menit 19 detik itu juga terlihat Bupati melihat kondisi dusun dan menemui warga, sambil basah kuyup. Satu per satu disalaminya warga dan bertanya dampak bencana yang menghampiri daerah itu dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan warga. Banjir bandang melanda Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, Minggu (29/12) dinihari, akibat meluapnya dua sungai yang melintasi daerah tersebut.
Banjir terjadi di Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara sekitar pukul 01.30 WIB. Banjir bandang melanda dua desa utama, yaitu Desa Pematang, tepatnya di Dusun Siria-ria A dan B, serta Desa Hatapang. Kedua desa masih terisolir. Pada Minggu siang, tercatat tiga rumah dinyatakan hanyut dalam kejadian ini. Namun dalam perkembangannya, BPBD mencatat jumlah rumah hanyut mencapai sembilan unit. Banjir bandang juga mengakibatkan 17 unit rumah rusak berat. Bahkan terdapat satu keluarga yang terdiri dari lima orang sampai saat ini belum ditemukan.
baca juga: Walhi dan Nelayan Demo Tambang Laut Rusak 5.270 Ha Terumbu Karang
Terjangan air juga menghancurkan sebuah jembatan besar di Jalan Kabupaten serta beberapa titi (jembatan kecil). BPBD juga melaporkan banjir telah menimbulkan longsoran tanah sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter. Banjir bandang juga merusak areal persawahan. Kini lahan persawahan tertimbun batu-batu berukuran besar, lumpur dan kayu dengan radius 15 hektare. (OL-3)
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved